Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menanggapi jalannya debat perdana pilpres dengan tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme pada Kamis (17/1).
Saut menyatakan debat tersebut seharusnya berlangsung menarik dan penuh dengan pernyataan yang baru, serta bisa memantik kajian lebih lanjut. Ia juga menyoroti pernyataan kedua paslon yang terkesan normatif, khususnya mengenai penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
“Masih normatif, ya, kurang inovatif. Penegakan hukum itu soal law and order. Bukan berarti kita tidak punya law, tapi ordernya harus nendang,” kata Saut melalui keterangan tertulisnya, kemarin.
Saut juga menegaskan kedua paslon sebaiknya lebih mengedepankan upaya konkret dalam penegakan hukum, terutama mengenai pemberantasan korupsi yang telah diatur dalam UU Tipikor.
Meski demikian, ia menilai aturan yang mengatur harusnya dibarengi dengan upaya yang serius dan konkret.
“Sejak tahun 1971 kita punya UU Tipikor, tapi ordernya yang kurang nendang, sehingga law enforcement jadi bahan pergunjingan sampai hari ini,” tandas Saut.
Maka dari itu, Saut mengatakan debat harusnya menjadi kesempatan bagi kedua paslon mampu menghadirkan upaya konkret tersebut untuk memberantas korupsi.
Seharusnya, kata Saut, ada usulan baru dan inovatif.
“Nah, dalam debat ‘bagaimananya’ dan indikatornya itu terkesan masih ragu-ragu dalam berinovasi,” kata Saut.
Minim data
Deputi Direktur Eksternal PARA Syndicate Jusuf Suroso menyayangkan kedua pasangan capres-cawapres sangat minim menyajikan data pada setiap argumentasi yang disampaikan dalam debat capres pertama tentang hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.
“Seharusnya perdebatan kemarin, argumentasinya disertai data-data yang valid,” kata Jusuf dalam diskusi berjudul Bedah Visi Misi Capres dan Telaah Debat Capres Pertama yang diselenggarakan PARA Syndicate di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, pasangan calon nomor 02 Prabowo-Sandiaga tidak menyajikan data dalam menyampaikan argumentasinya.
Saat Prabowo menyatakan akan mencegah korupsi dengan menaikkan gaji penyelenggara negara, Prabowo tidak menjelaskan seperti apa atau seberapa besar kenaikan gaji yang dapat mencegah penyelenggara negara tidak melakukan korupsi.
Selain Prabowo, capres Jokowi selaku petahana juga tidak memunculkan data dalam debat tersebut. Misalnya, Kementerian Dalam Negeri dan Kemenpan RB sempat melakukan pemecatan massal terhadap aparatur sipil negara yang terkait tindak pidana korupsi.
Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan kepada KPU untuk tidak terlalu banyak memberikan bocoran soal kepada tim sukses setiap pasangan capres-cawapres di sisa pelaksanaan empat debat ke depan.
“Jangan terlalu banyak bocoran soal. Bolehlah arahnya apa, tapi jangan terlalu (banyak bocoran) supaya lebih memberikan impact leadership,” kata Wapres JK seusai menyaksikan nonton bareng debat capres-cawapres di kediaman dinasnya Jakarta, Kamis (17/1) malam.
Di sisi lain, KPU RI akan mengevaluasi penyelenggaraan debat capres pertama, Senin (21/1) pekan depan berdasarkan masukan dari masyarakat. (Ths/Nrj/Put/Pol/Fer/Ant/P-3)
Prabowo yang berlatar belakang militer membutuhkan sosok berpengalaman di bidang ekonomi.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi memberikan restu kepada Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menjadi cawapres untuk capres Anies Baswedan.
Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) Partai Golkar perlu mensosialisasikan capaian Partai Golkar dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.
SEJUMLAH kader Partai Demokrat Jawa Barat mengaku tersinggung dengan pernyataan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dalam debat terakhir, Sabtu (13/4).
Tadi malam, pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan calon dengan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menutup debat kelima di Hotel Sultan, Jakarta.
Saat diminta oleh Prabowo untuk menjawab pertanyaan seputar pengembangan e-sport, Sandiaga mengatakan, "You wanna test your vice president."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved