Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Komitmen HAM dan Antikorupsi Harus dari Lingkungan Sendiri

Micom
18/1/2019 10:30
Komitmen HAM dan Antikorupsi Harus dari Lingkungan Sendiri
(MI/Ramdani)

JURU Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Kyai Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, menyatakan pemimpin itu tidak diukur dari bicara besar tapi dari konsistensi ucapan dan tindakannya. Percuma memikat dengan retorika tapi tidak punya komitmen untuk menjalankannya baik untuk diri sendiri atau halaman rumahnya sendiri.

"Itulah sebabnya Pak Jokowi bertanya tentang dua hal yg terkait dengan komitmen Pak Prabowo soal pemenuhan hak dan kesetaraan  perempuan serta konsistensi anti korupsi," ujar Ace dalam keterangan resmi, Jumat (18/1).

Ia memaparkan, pertanyaan pertama Jokowi menyangkut visi misi Prabowo-Sandi yang menyebutkan bahwa setiap kebijakan akan berperspektif gender dan akan memprioritaskan pemberdayaan perempuan. Tapi dalam struktur pengurusan partai Gerindra jabatan strategis justru semuanya laki-laki. 

"Hal ini berbeda dengan komitmen Pak Jokowi yang ditunjukan secara konkrit dengan mengangkat 9 Menteri Perempuan serta Pansel KPK juga semuanya perempuan. Jadi komitmen dan konsisten harus ditunjukan bukan hanya sekedar retorika," ungkapnya.

 

Baca juga: Jokowi-Amin Dinilai Punya Program Konkret Tegakan HAM

 

Komitmen soal Korupsi harus juga muncul dari rumah sendiri. Pertanyaan Jokowi menukik ke data ICW yang menunjukan Partai Gerindra termasuk yang paling banyak mencalonkan mantan Koruptor yang ditandatangani langsung Prabowo sebagai Ketum. Dalam merespon pertanyaam Jokowi, Prabowo jelas emosional. Walaupun itu sebuah fakta yang terbuka, Prabowo justru menuduh data ICW subyektif dan juga meremehkan tindak korupsi yang dilakukan kadernya hanya mengambil uang tidak seberapa. 

"Tapi yang namanya korupsi tetap mencuri uang rakyat untuk memperkaya diri sendiri. Bagaimana mau konsisten memberantas korupsi kalau pemimpin justru melindungi koruptor di rumahnya sendiri," ulasnya.

Ia menekankan, sekali lagi seorang pemimpin bukan hanya pandai beretorika tapi harus terlihat jelas rekam jejaknya dalam penegakan HAM dan pemberantasan korupsi. (RO/OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya