Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Kyai Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, menyatakan pemimpin itu tidak diukur dari bicara besar tapi dari konsistensi ucapan dan tindakannya. Percuma memikat dengan retorika tapi tidak punya komitmen untuk menjalankannya baik untuk diri sendiri atau halaman rumahnya sendiri.
"Itulah sebabnya Pak Jokowi bertanya tentang dua hal yg terkait dengan komitmen Pak Prabowo soal pemenuhan hak dan kesetaraan perempuan serta konsistensi anti korupsi," ujar Ace dalam keterangan resmi, Jumat (18/1).
Ia memaparkan, pertanyaan pertama Jokowi menyangkut visi misi Prabowo-Sandi yang menyebutkan bahwa setiap kebijakan akan berperspektif gender dan akan memprioritaskan pemberdayaan perempuan. Tapi dalam struktur pengurusan partai Gerindra jabatan strategis justru semuanya laki-laki.
"Hal ini berbeda dengan komitmen Pak Jokowi yang ditunjukan secara konkrit dengan mengangkat 9 Menteri Perempuan serta Pansel KPK juga semuanya perempuan. Jadi komitmen dan konsisten harus ditunjukan bukan hanya sekedar retorika," ungkapnya.
Baca juga: Jokowi-Amin Dinilai Punya Program Konkret Tegakan HAM
Komitmen soal Korupsi harus juga muncul dari rumah sendiri. Pertanyaan Jokowi menukik ke data ICW yang menunjukan Partai Gerindra termasuk yang paling banyak mencalonkan mantan Koruptor yang ditandatangani langsung Prabowo sebagai Ketum. Dalam merespon pertanyaam Jokowi, Prabowo jelas emosional. Walaupun itu sebuah fakta yang terbuka, Prabowo justru menuduh data ICW subyektif dan juga meremehkan tindak korupsi yang dilakukan kadernya hanya mengambil uang tidak seberapa.
"Tapi yang namanya korupsi tetap mencuri uang rakyat untuk memperkaya diri sendiri. Bagaimana mau konsisten memberantas korupsi kalau pemimpin justru melindungi koruptor di rumahnya sendiri," ulasnya.
Ia menekankan, sekali lagi seorang pemimpin bukan hanya pandai beretorika tapi harus terlihat jelas rekam jejaknya dalam penegakan HAM dan pemberantasan korupsi. (RO/OL-3)
Prabowo yang berlatar belakang militer membutuhkan sosok berpengalaman di bidang ekonomi.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi memberikan restu kepada Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menjadi cawapres untuk capres Anies Baswedan.
Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) Partai Golkar perlu mensosialisasikan capaian Partai Golkar dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.
SEJUMLAH kader Partai Demokrat Jawa Barat mengaku tersinggung dengan pernyataan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dalam debat terakhir, Sabtu (13/4).
Tadi malam, pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan calon dengan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menutup debat kelima di Hotel Sultan, Jakarta.
Saat diminta oleh Prabowo untuk menjawab pertanyaan seputar pengembangan e-sport, Sandiaga mengatakan, "You wanna test your vice president."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved