Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Perajin Batik Utamakan Pengembangan

Ten/H-1
17/5/2016 09:30
Perajin Batik Utamakan Pengembangan
(MI/Arya Manggala)

UNITED Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mengukuhkan batik sebagai warisan budaya dunia (world heritage) di Prancis, 2 Oktober 2009. Jenis batik tulis yang menyandang predikat itu, selain hanya dibuat di Indonesia, memiliki keunikan karena pembuatannya menggunakan canting dengan proses pewarnaan cukup lama. Ragam dan coraknya pun sangat istimewa.

Untuk mendukung pengukuhan batik tulis sebagai warisan budaya dunia, pemerintah menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Di tahun-tahun awal setelah penetapan Hari Batik Nasional, pesanan baju maupun kain batik dari instansi pemerintah atau swasta kepada produsen cukup besar. Seiring dengan berjalannya waktu, pesanan perlahan-lahan surut.
Hal itu dikemukakan Heri Kismo Rusima, pendiri dan pemilik CV Batik Hafiyan, di Jalan Trusmi Kulon, Plered, Cirebon.

“Dulu banyak kegiatan nasional yang berdampak pada pengembangan produksi batik. Ke depan, kami harap pemerintah memperbanyak event nasional yang menggunakan batik sebagai seragam resmi. Cirebon punya 400 motif batik, di antaranya mega mendung, wadasan, dan ganggeng. Jangan sampai UNESCO menarik kembali keputusan batik sebagai warisan budaya,” kata Heri yang sejak 2011 menjadi mitra binaan BNI dan menerima pinjaman Rp1,250 miliar, tahun lalu.

Di sisi lain, Heri mengeluhkan tidak adanya regenerasi pembatik berkelas seniman di Cirebon. “Minim minat generasi muda menekuni batik. Definisi batik ialah produk yang harus kena lilin baik pakai cap atau canting. Penting mengedukasi masyarakat agar dapat membedakan batik dengan tekstil bermotif batik.”

Untuk mempromosikan batik, Heri pun menyarankan pemerintah untuk berfokus pada negara-negara Asia. “Pasar Eropa sulit ditembus karena kami tidak memiliki sertifikat ramah lingkungan.”

Kini Heri dan sejumlah perajin di Trusmi sudah memanfaatkan media sosial untuk mengangkat citra batik kepada khalayak.(Ten/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya