Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Platform Ride-Hailing EVMoto Resmi Meluncur, Targetkan 50.000 Motor Listrik pada 2026

Ihfa Firdausya
23/12/2025 21:15
Platform Ride-Hailing EVMoto Resmi Meluncur, Targetkan 50.000 Motor Listrik pada 2026
Ilustrasi(Dok EVMoto)

UPAYA mendorong ekosistem transportasi ramah lingkungan di Indonesia memasuki babak baru dengan diluncurkannya EVMoto. Ini adalah sebuah platform ride-hailing yang seluruh armadanya menggunakan kendaraan listrik. PT EVMoto Teknologi Indonesia secara resmi memperkenalkan EVMOTO sebagai platform ride-hailing dengan konsep 100% electric vehicle (EV), dimulai dari sepeda motor roda dua dan akan berkembang ke kendaraan roda empat serta roda tiga.

EVMoto merupakan perusahaan lokal Indonesia yang dioperasikan oleh tim gabungan Indonesia dan Tiongkok. Sebelumnya, perusahaan ini telah menjalankan bisnis penyewaan sepeda motor listrik untuk pengemudi ride-hailing. Peluncuran platform EVMOTO menandai langkah strategis perusahaan untuk terlibat langsung dalam layanan transportasi berbasis aplikasi dengan pendekatan berkelanjutan.

CEO EVMOTO, Jason, menjelaskan bahwa peluncuran platform dilakukan secara bertahap. “Pada tahap pertama, kami akan fokus pada perekrutan pengemudi. Selanjutnya, pada tahap kedua, layanan EVMOTO akan dibuka untuk masyarakat umum mulai 15 Januari 2026,” ujar Jason.

Pada tahun 2026, EVMOTO menargetkan perekrutan hingga 100.000 pengemudi sepeda motor. Untuk mendukung target tersebut, perusahaan bekerja sama dengan ECGO sebagai mitra strategis penyedia kendaraan listrik. Melalui kerja sama ini, EVMOTO berencana menghadirkan 50.000 unit sepeda motor listrik yang akan disewakan khusus kepada pengemudi platform.

Keseriusan rencana tersebut ditunjukkan dengan penandatanganan pesanan pembelian awal sebanyak 10.000 unit sepeda motor listrik dengan nilai kontrak mencapai Rp240 miliar. Pengiriman unit tahap pertama ini dijadwalkan mulai Maret 2026.

Jason menegaskan, fokus EVMOTO pada kendaraan listrik bukan semata-mata mengikuti tren, melainkan dilandasi oleh urgensi persoalan lingkungan di perkotaan. Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 6 juta pengemudi ojek online terdaftar, dengan kurang lebih 4 juta sepeda motor beroperasi setiap hari. “Rata-rata sepeda motor tersebut menempuh jarak 150 kilometer per hari dan menghasilkan emisi gas buang serta kebisingan yang besar. Ini berkontribusi terhadap seriusnya polusi udara di kota-kota besar,” jelasnya.

Menurut perhitungan EVMOTO, apabila satu juta sepeda motor berbahan bakar bensin dapat digantikan dengan sepeda motor listrik, maka emisi karbon dioksida berpotensi berkurang hingga 4,93 juta ton per tahun. “Ini merupakan pencapaian yang sangat berarti bagi upaya pengurangan emisi dan perbaikan kualitas udara,” ujar Jason.

Selain aspek lingkungan, penggunaan sepeda motor listrik juga dinilai memberikan keuntungan ekonomi bagi pengemudi. Biaya produksi sepeda motor listrik disebut hanya sekitar 50% dibandingkan motor berbahan bakar bensin, sementara biaya konsumsi energinya sekitar 30%. Efisiensi tersebut memungkinkan penurunan biaya operasional secara signifikan.

EVMOTO pun berencana membagi manfaat penghematan biaya tersebut kepada pengemudi dan penumpang. Tarif perjalanan bagi penumpang ditargetkan hanya sekitar 70% dari harga pasar saat ini. Sementara itu, biaya platform yang dikenakan kepada pengemudi akan diturunkan menjadi 9%, jauh di bawah rata-rata biaya platform ride-hailing yang saat ini berada di kisaran 20%.

“Dengan struktur biaya yang lebih rendah, pendapatan pengemudi dapat meningkat, sekaligus memberikan tarif yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” kata Jason. Mulai hari peluncuran, seluruh pengemudi sepeda motor listrik sudah dapat mendaftar sebagai mitra pengemudi EVMOTO melalui tautan pendaftaran resmi yang disediakan perusahaan.

Terkait pemilihan ECGO sebagai mitra strategis, Jason menyebutkan bahwa kerja sama ini telah terjalin cukup lama. Menurutnya, sepeda motor listrik ECGO merupakan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan pengemudi ride-hailing di Indonesia. Motor listrik ECGO dilengkapi dua baterai dengan jarak tempuh hingga 140 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Pengemudi dapat memilih untuk mengisi daya sendiri atau menukar baterai di stasiun penukaran baterai ECGO. “Dengan model dua baterai ini, pengemudi bisa mengurangi frekuensi penukaran baterai dan memaksimalkan waktu untuk menerima pesanan, termasuk perjalanan jarak jauh serta jam-jam sibuk,” jelas Jason.

Keunggulan lain dari model ECGO adalah tidak bergantung sepenuhnya pada ketersediaan stasiun penukaran baterai, sehingga memungkinkan ekspansi yang lebih cepat ke berbagai kota. Hal ini sejalan dengan rencana EVMOTO untuk meluncurkan layanan ride-hailing di 10 kota besar di Indonesia sepanjang tahun 2026.

Pada kesempatan yang sama, CEO ECGO William Teng menyampaikan bahwa ECGO telah beroperasi di Indonesia selama tujuh tahun dan mengembangkan produk serta model bisnis yang sepenuhnya disesuaikan dengan karakteristik pasar domestik. “Kami telah membangun ekosistem lengkap, mulai dari desain, manufaktur, hingga sistem penukaran baterai,” ujarnya.

William juga mengungkapkan bahwa sejak September tahun ini, Grup KRYA menjadi pemegang saham pengendali ECGO. Ia sendiri menjabat sebagai Presiden Direktur KRYA, yang akan berperan sebagai pemasok komponen utama ECGO. Dengan dukungan tersebut, ECGO optimistis mampu menyediakan kendaraan secara konsisten dan kompetitif bagi EVMOTO.

“Kami yakin dapat mendukung kebutuhan EVMOTO dan memastikan setiap pengemudi EVMOTO dapat menggunakan sepeda motor listrik sebagai sarana transportasi utama mereka,” kata William.

Melalui peluncuran EVMOTO, perusahaan berharap dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di sektor transportasi harian, sekaligus menciptakan model bisnis ride-hailing yang lebih berkelanjutan, efisien, dan berpihak pada pengemudi maupun lingkungan. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya