Kamis 16 September 2021, 20:33 WIB

Michelin Perkenalkan Ban Tanpa Angin Uptis

mediaindonesia.com | Otomotif
 

PENELITIAN Michelin terhadap ban tanpa udara (airless tire) sudah dilakukan sejak 16 tahun lalu tepatnya pada 2005. Teknologi ban tanpa udara memiliki banyak manfaat. Berkat teknologi ini, Anda tidak akan menemui kasus mobil terhenti akibat ban bocor atau ban meletus. Menurut Michelin, sekitar 200 juta ban dibuang setiap tahunnya akibat kebocoran yang menyebabkan ban tidak dapat lagi digunakan. 

Kelebihan lainnya, Anda tidak perlu lagi repot memeriksa tekanan udara pada ban. Hal ini tentu akan menghemat waktu dan tenaga Anda dalam hal pemeriksaan rutin dan memompa ban. Itu artinya Anda juga tidak perlu khawatir ban mengalami keausan yang tidak normal akibat dijalankan dalam kondisi kurang angin.

Jari-jari internal juga dapat disetel untuk memenuhi karakteristik performa yang diinginkan. Anda dapat menyetel kekakuannya secara individual untu menyesuaikan performa akselerasi, pengereman, menikung, dan kekuatan dalam meredam benturan. Bahkan karakter kemampuan menangani benturan tersebut dapat disetel yang memungkinkan untuk menghilangkan kebutuhan akan suspensi terpisah di beberapa jenis kendaraan.

Anda juga dapat membuat lubang menembus tapak ban untuk mengeluarkan air yang dapat meningkatkan ketahanan yang jauh lebih baik terhadap aquaplaning bila dibandingkan hanya disalurkan melalui celah-celah kembangan tapak ban.

Karena hanya membutuhkan lebih sedikit bahan mentah dan lebih sedikit energi untuk membuatnya, menjadikan ban jenis ini lebih baik bagi lingkungan, dan Michelin memperkirakan akan mampu bertahan hingga tiga kali lebih lama dibandingkan ban konvensional.

Akan tetapi tidak mudah untuk membuat ban ini dapat dikomersialisasi. Terbukti teknologi yang sudah berusia 16 tahun ini sulit menjadi sebuah produk yang diminati banyak orang, meskipun menjanjikan segudang kelebihan. Terlebih ban ini butuh pelek khusus serta penanganan yang khusus pula.

Michelin bekerja sama dengan General Motors (GM) untuk merancang dan mulai menjual ban tanpa udara untuk penggunaan jalan raya pada mobil penumpang. Ban yang dinamai Michelin Uptis ini adalah solusi full-wheel yang membutuhkan pelek khusus. 

Michelin mengatakan ban unik tersebut akan menahan benturan yang jauh lebih besar daripada ban dan roda biasa, serta memiliki masa pakai yang 'secara dramatis' lebih lama tanpa ada penambahan hambatan gulir ekstra. Selain itu tidak terasa berbeda bagi pengemudi dan hanya menambah bobot sekitar 7% pada ban dan tidak lebih berat dari ban run-flat yang ada.

GM akan mulai menawarkan ban Uptis sebagai opsional pada model tertentu setidaknya pada awal 2024, dan kemitraan ini bekerja dengan pemerintah negara bagian AS dalam persetujuan peraturan untuk penggunaan jalan, termasuk dengan pemerintah federal.

Setelah penelitian selama 16 tahun, Michelin Uptis melakukan debut perdananya di ajang pameran otomotif Internationale Automobil-Ausstelung (IAA) di Munich, Jerman yang berlangsung pada 7-12 September lalu. Di acara ini Michelin memberi kesempatan kepada para pengunjung yang beruntung untuk merasakan langsung ban uniknya menggunakan kendaraan MINI bertenaga listrik. (S-4)

Baca Juga

ABB

Charger Mobil Listrik ABB Mampu Beri Tambahan 100 km dalam 3 Menit

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 10:19 WIB
Menurut ABB pengisian tidak akan memakan waktu lama. Pasalnya, Terra 360 memiliki output maksimum 360 kW dan diklaim mampu mengisi penuh...
ADM

Perpanjangan Diskon PPnBM Dongkrak Penjualan Daihatsu 16,3%

👤RO 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 10:15 WIB
Hingga September 2021 penjualan ritel Daihatsu mencatatkan 103.788 unit dengan market share sebesar 17,3%, dan wholesales sebanyak 116.048...
Auto2000

Auto2000 Digiroom Raih Dua Gelar Digital Marketing Champion 2021 

👤RO 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 10:11 WIB
Auto2000 Digiroom meraih dua title sekaligus yaitu di kategori Sales & Distribution, serta sebagai juara umum (Across...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya