Kamis 13 Mei 2021, 00:18 WIB

Tips Persiapan Turing ala Lady Biker Jisel

RO | Otomotif
 

Eleonora Ajisela Agrippina atau lebih dikenal dengan 'Jisel', merupakan lady biker yang sangat terkenal di kalangan komunitas biker. Terlebih saat ia melakukan perjalanan seru dari Jakarta hingga ke Bali dalam rangka Hari Kartini beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk merayakan semangat ketangguhan dan kemandirian perempuan, melalui perjalanan berkendara untuk suatu tujuan: ingin menyampaikan pesan pemberdayaan perempuan. 

Selama perjalanannya, Jisel juga mengunjungi tempat-tempat ramah lingkungan, karena perjalanannya dilakukan saat Hari Bumi, seperti desa adat di Bandung yang mengolah singkong untuk devisa desanya, hingga tempat spa lokal di Bali yang memproduksi produk kecantikan dari hasil panen sendiri.      
 
Dalam perjalanan etape pertamanya (Jakarta--Bandung), Jisel menemukan desa adat Cireundeu, sebuah desa adat yang terletak di antara lembah Gunung Kunci, Gunung Cimenteng dan Gunung Gajahlangu di kawasan Bandung. Mereka memiliki tradisi yang unik dalam mengolah singkong mulai dari isi hingga kulitnya, untuk dijual menjadi devisa desa mereka. 

Dari Bandung, Jisel kemudian melanjutkan etape kedua perjalanannya, yaitu ke Yogyakarta untuk mengetahui apa yang menjadikan kota ini sebagai tujuan wisata yang terkenal. Kota Yogyakarta menawarkan kesederhanaan, biaya hidup terjangkau yang jarang ditemukan saat ini, lengkap dengan keramahannya.

Setelah rasa penasaran tentang kota Yogyakarta terjawab, Jisel melanjutkan perjalanannya ke Bali yang menempuh jarak sekitar 600 km. Di Pulau Dewata ini Jisel menemukan spa lokal yang mengolah tanamannya sendiri dan mengubahnya menjadi produk kecantikan seperti lulur dan lotion serta memberikan perawatan bagi pengunjung. Selain itu, mereka juga memberikan workshop untuk mengajarkan cara membuat produk kecantikan dari hasil panen sendiri.

Setelah seharian mengelilingi kota Bali, Jisel kemudian berkendara ke Surabaya untuk mengikuti acara amal Sunmori bersama para penyandang disabilitas. Sungguh sebuah interaksi yang sangat inspiratif karena dengan keterbatasan fisik, mereka berhasil mengendarai sepeda motor yang dimodifikasi khusus dan dirancang sendiri, sebuah bakat yang langka.

Jisel mengaku, tidak mudah menjalankan turing sepanjang 10 hari itu karena harus mengejar dan menyesuaikan waktu dalam setiap aktivitas dari satu titik ke titik berikutnya. Untungnya Royal Enfield Himalayan yang ia tunggangi dapat diandalkan, bahkan saat didorong melampaui batas. 

"Syukurlah perjalanan itu aman walau melalui kondisi cuaca yang berbeda-beda, gerimis, hujan lebat, dan terik matahari. Tetapi perjalanannya tetap menyenangkan dan berjalan sesuai rencana, karena saya sudah mempersiapkan rencana perjalanan dengan matang sebelum akhirnya memulai perjalanan dari Jakarta – Bali – Jakarta,” ujar Jisel dalam sebuah siaran resmi, Selasa (11/5).

Berikut ini Tips Persiapan ala Jisel:

Yang utama adalah menjaga tubuh sehat dan fit dengan berolah raga, istirahat dan tidur yang cukup. Kemudian persiapkan 'kesehatan motor' dengan ke bengkel untuk mengantisipasi adanya masalah.
 
Pasanlah beberapa tambahan/aksesoris pada sepeda motor, seperti dudukan ponsel untuk melihat peta pada ponsel, lampu dan klakson tambahan.
 
Sebagai perempuan, pemilihan pakaian menjadi amat penting. Karena ruang penyimpanan pada motor sangat terbatas, maka harus selektif memilih pakaian yang akan dibawa. Bawalah pakaian yang bahannya mudah dicuci dan cepat kering, seperti bahan dry fit.

Gunakan helm Supermoto dengan visor bening yang terasa manfaatnya saat berkendara di bawah sinar matahari karena terdapat semacam topi kecil pada helm dan visor bening untuk berkendara pada malam hari.
 
Kenakan jaket riding khusus untuk wanita dengan pelindung. Pastikan tidak terlalu sempit atau kebesaran. Jaket dengan ukuran yang pas akan lebih nyaman dan juga aman. Kenakan juga sarung tangan, balaclava, dan sepatu jenis boot.
 
Siapkan rencana perjalanan, seperti waktu perjalanan dari satu titik ke titik berikutnya dan kegiatan atau acara apa yang ingin dikunjungi. Perencanaan yang baik dapat bantu meminimalisir masalah di perjalanan.
 
Yang tak kalah penting adalah: mempersiapkan nomor darurat, membawa alat dan kunci standar sepeda motor. Bila ada rencana berkendara ke pedalaman, sebaiknya bawalah tim agar lebih aman.

Berhenti setiap 2-3 jam sekali. Sambil menikmati kopi, kita bisa ngobrol dengan warga sekitar, atau mengistirahatkan mata sejenak.
 
Tetap waspada dan miliki rasa ingin tahu yang tinggi tentang sepeda motor yang sedang dikendarai. Jika terasa ada kejanggalan, segera mencari penghentian untuk mengetahui masalahnya dan kemudian memperbaikinya secepatnya.
 
Tidak disarankan menggunakan intercom. Kamu perlu berkonsentrasi, fokus, memperhatikan keseimbangan dan melihat seluas mungkin. Jika Anda merasa bosan, mampirlah ke kedai kopi lokal.
 
Bersiaplah untuk kesulitan - Jangan panik dan tetap waspada. Masih banyak warga lokal yang baik hati dan akan menawarkan bantuan.
 
Kenali sepeda motor yang akan kamu kendarai sebelum memulai touring. “Menurut saya, mengenali sepeda motor itu sangat penting karena kita dapat membiasakan diri dengan sepeda motornya. Dalam perjalanan kali ini, saya menggunakan Royal Enfield Himalayan yang menurut saya cocok dengan tinggi badan saya, yaitu 165cm. Royal Enfield Himalayan sangat mudah dikendarai dan nyaman karena posisi duduknya yang nyaman,” kata Jisel. (S-4)

Baca Juga

OLX

100 Inspector OLX Autos Terima Sertifikat BNSP

👤RO 🕔Selasa 22 Juni 2021, 19:00 WIB
OLX Autos berharap sertifikasi kompetensi yang diberikan kepada para inspector bisa semakin meningkatkan kualitas pelayanan Perusahaan...
ADM

Daihatsu Tawarkan Spesial Promo di Virtual Festival 26 Juni 

👤RO 🕔Selasa 22 Juni 2021, 18:46 WIB
Selain program penjualan, Sahabat juga dapat menikmati beragam acara hiburan menarik dari Daihatsu di akhir...
HPM

Dua Pembalap Honda Red Bull Racing F1 Naik Podium

👤RO 🕔Selasa 22 Juni 2021, 18:30 WIB
Kemenangan ini merupakan kemenangan pertama tim Red Bull di Prancis dan sekaligus menandai kemenangan ketiga mereka secara beruntun pada...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya