Sabtu 08 Oktober 2022, 20:20 WIB

Mengulik Konten Publikasi yang Kian Digandrungi

Shofatus Shodiqoh, Pranata humas ahli muda Kemenag Rembang | Opini
 Mengulik Konten Publikasi yang Kian Digandrungi

Dok pribadi
Shofatus Shodiqoh

 

PUBLIKASI menjadi bagian utama dan terpenting dari tugas dan fungsi hubungan masyarakat (humas) lembaga pemerintah. Publikasi lazim dilakukan untuk menyosialisasikan berbagai program dan kebijakan lembaga pemerintah kepada masyarakat. 

Berbagai kebijakan yang mengikat rakyat ini tentunya harus diinformasikan kepada seluruh warga untuk kesuksesan penyelenggaraan program dan kebijakan tersebut. Mengutip Bertrand R Canfield (dalam Ardianto, 2013:241), ada tiga fungsi humas pemerintah, yaitu mengabdi kepada kepentingan umum, memelihara komunikasi yang baik, dan menitikberatkan moral dan tingkah laku yang baik. 

Sementara menurut Rosady Ruslan (2014: 342) menjelaskan bahwa tugas pokok humas pemerintah Indonesia yaitu, mengamankan kebijakan pemerintah, memberikan pelayanan, menyebarluaskan informasi kebijaksanaan dan program-program kerja secara nasional kepada masyarakat, menjadi komunikator dan mediator yang proaktif dalam menjembatani kepentingan pemerintah, menampung aspirasi, dan keinginan-keinginan publiknya, serta berperan serta menciptakan iklim yang kondusif dan dinamis demi stabilitas keamanan, politik, dan pembangunan nasional, baik jangka panjang maupun jangka pendek.

Publikasi merupakan sarana untuk menyebarluaskan informasi kebijakan lembaga pemerintah yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Tanpa publikasi, masyarakat tidak akan tahu seberapa jauh upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Publikasi akan berdampak pada citra organisasi. Persepsi masyarakat kepada suatu lembaga pemerintah bergantung bagaimana publikasi tersebut dikemas sehingga akan muncul kesan negatif atau positif.

Sementara itu, kelancaran suatu informasi, tergantung bagaimana tim humas pemerintah mampu mendesiminasikan informasi lembaga melalui platform-platform yang kini sudah banyak tersedia. Platform tersebut merupakan alat komunikasi yang lebih familiar disebut sebagai media. Di era sekarang, semakin banyak jenis saluran/media daring yang semakin memberikan keleluasan bagi humas pemerintah untuk mengumumkan informasi. 

Hal itu akan semakin mempermudah masyarakat mendapatkan informasi program lembaga pemerintah yang dibutuhkan. Misalkan saja, informasi dengan mudah didapatkan melalui kanal Youtube, facebook, twitter, instagram, website, blog, maupun media-media lain yang bersifat offline.

Bila diklasifikasikan, ada beberapa alat komunikasi yang bisa digunakan oleh humas pemerintah untuk distribusi informasi kepada khalayak. Alat komunikasi ini lebih familiar disebut dengan media. Berdasarkan teknologi, media ini terbagi menjadi dua, yaitu offline dan online. Media offline contohnya majalah, koran, brosur, baliho, banner, spanduk, dan lainnya. Sedangkan media online contohnya facebook, youtube, Instagram, twitter, dan sebagainya. 

Sementara berdasarkan sifatnya, media komunikasi bisa diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu audio, visual, dan audio visual. Media audio misalnya radio yang hingga kini masih eksis, kendati keberadaannya semakin meredup seiring perkembangan media daring. Kedua, yaitu visual seperti koran, majalah, website. Ketiga audio visual seperti Youtube, blog video, facebook, instagram, dan twitter yang sudah menyediakan menu-menu untuk memposting video.

Tren infografis

Humas pemerintah dituntut bisa membuat berbagai sajian informasi melalui semua jenis media tersebut. Salah satu media yang efektif untuk menyajikan informasi kepada bahan tayang berbasis desain grafis atau kita sebut sebagai infografis. Bahan tayang ini bisa menyajikan berbagai informasi dalam bentuk yang kita inginkan. Seperti alur layanan, pengumuman, ucapan selamat/duka cita, informasi kegiatan, berita foto, leaflet, dan lainnya.

Infografis ini saat ini sangat banyak digunakan oleh lembaga pemerintah di berbagai media sosial. Bahan tayang ini menjadi sarana informasi atau media komunikasi publik yang efektif, karena nilai estetika, dan sajiannya yang cukup singkat namun lengkap. Dengan begitu mempermudah warganet menangkap informasi secara keseluruhan dalam satu kali tatapan layar handphone.

Alasan pemilihan infografis sebagai sarana informasi ini adalah semakin banyaknya platform atau aplikasi yang menyediakan banyak pilihan desain gratis. Kita tidak bisa memungkiri bahwa coreldraw dan adobe photoshop masih menjadi aplikasi yang banyak digunakan untuk ahli multimedia. Karena aplikasi ini punya resolusi yang besar sehingga gambar tidak pecah jika ditayangkan di media sosial apapun. 

Namun, akhir-akhir ini semakin banyak aplikasi desain grafis yang dengan mudah kita unduh seperti canva, pinterest, poster maker, dan lainnya. Aplikasi tersebut tentunya mempermudah insan humas pemerintah dalam membuat bahan tayang publikasi. 

Keunggulan infografis

Saat ini infografis menjadi konten publikasi yang kian digandrungi oleh aparatur huma baik lembaga pemerintah, swasta, dan komunitas-komunitas lainnya. Ada beberapa alasan infografis ini menjadi pilihan yang tepat untuk publikasi bagi insan kehumasan, seperti banyaknya aplikasi desain grafis yang menyediakan desain gratis, mudah disebarkan dengan sekali klik, menjadi sarana mudah mencapai popularitas, sajian Infografis yang menarik dengan desain dan warna yang bervariasi akan memicu warganet untuk membacanya, dan aplikasi infografis mudah dipelajari serta tidak butuh waktu lama untuk menyusunnya, seperti halnya menyusun berita atau video. 

Begitu mudahnya untuk membuat infografis, menjadi alasan bagi praktisi Humas untuk menjadikan jenis publikasi ini sebagai sarana publikasi paling efektif saat ini.

Baca Juga

MI/Duta

Kesetaraan Hak Berkota Kaum Difabel

👤Nirwono Joga Pusat Studi Perkotaan 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 05:05 WIB
SETIAP 3 Desember masyarakat dunia memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI), berdasarkan Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...
Dok. Pribadi

Pemuda dan Perubahan Iklim dari Corong COP 27 Mesir

👤Budy Sugandi Delegasi Indonesia COP 27; Co-Chair Y-20 Indonesia; alumnus PhD jurusan education leadership and management, Southwest University, Tiongkok. 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 05:00 WIB
Oleh karena itu, pemuda memiliki andil terbesar dalam krisis...
Dok. MI

Kereta Demokrasi Kita

👤David Krisna Alka Deklarator Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB) dan Peneliti Senior Maarif Institute for Culture and Humanity 🕔Jumat 02 Desember 2022, 05:10 WIB
ADA cerita di penghujung era Orde Baru. Saat itu, guru bangsa dari Nahdlatul Ulama, KH Abdurrahman Wahid, ditanya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya