Selasa 15 Maret 2022, 21:39 WIB

Skrining dan Deteksi Dini Langkah Awal Cegah Kanker Payudara Stadium Lanjut

Widhoroso | Opini
Skrining dan Deteksi Dini Langkah Awal Cegah Kanker Payudara Stadium Lanjut

DOK YKPI
Ketua Umum YKPI Linda Aguim Gumelar (empat kiri).

 

INFORMASI tentang skrining dan deteksi dini kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan mamografi sangat penting bagi perempuan usia di atas 40 tahun. Selain itu, melakukan Sadari yaitu pemeriksaan payudara oleh diri sendiri dengan berdiri di depan cermin serta Sadanis yaitu pemeriksaan payudara klinis yang dilakukan petugas kesehatan seperti dokter, menjadi langkah awal mendeteksi kanker payudara.   

"Sadari sangat mudah dilakukan dengan syarat dilakukan dengan cara yang tepat, rutin, disiplin dan bila ada benjolan yang menetap dan tidak sakit segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat," kata Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar pada acara talkshow dan sosialisasi 'Skrining dan Deteksi Dini Kanker Payudara 'yang digelar bersama Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini Cabang BS I BAIS TNI, Selasa (15/3).

Menurut Linda, kanker payudara stadium lanjut dapat dicegah bila kanker ditemukan dalam stadium awal. Namun, Linda mengatakan, tidak semua benjolan di payudara adalah kanker.

"Sadari sangat mudah dilakukan dengan syarat dilakukan dengan cara yang tepat, rutin, disiplin. Bila ada benjolan yang menetap dan tidak sakit, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat," jelasnya.

Di sisi lain, Ketua IKKT Pragati Wira Anggini Cabang BS I BAIS TNI, Wiwik Joni Supriyanto menyatakan saat ini kanker payudara merupakan jenis kanker yang banyak diderita oleh perempuan Indonesia, untuk itu deteksi dini dan diagnosa dini penting. "Kunci untuk deteksi dini adalah dengan melakukan pemeriksaan mamografi secara teratur terutama wanita berusia 40 tahun ke atas, karena pemeriksaan ini sangat efektif untuk deteksi dini kanker payudara hampir 80 persen hingga 90 persen," katanya.

Sedangkan ahli bedah onkologi dari RS Kanker Dharmais Jakarta, dr Bob Andinata SpB(K) Onk yang menjadi nara sumber mengatakan faktor-faktor resiko dari kanker payudara terbagi dua, yakni faktor yang bisa dimodifikasi dan faktor yang tidak dapat dimodifikasi. Untuk faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi yaitu perempuan, usia di atas 50 tahun, ada riwayat kanker dalam keluarga, menstruasi pada usia kurang dari 12 tahun, dan menopause pada usia di atas 50 tahun, jelasnya.

"Faktor risiko yang bisa dimodifikasi meliputi perempuan yang tidak menikah, menikah tapi tidak hamil, tidak memiliki anak, penggunaan kontrasepsi hormonal di atas 10 tahun, hingga obesitas. Selain itu, penggunaan kontrasepsi hormonal di atas 10 tahun meningkatkan kadar hormon ekstrogen yang memicu kanker payudara. Begitu juga obesitas, juga meningkatkan estrogen. karena itu, Bob mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan skrining dan deteksi dini kanker payudara," ujar Bob. (RO/OL-15)

Baca Juga

MI/Ebet

Menyelesaikan Kontradiksi

👤Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group 🕔Jumat 20 Mei 2022, 05:10 WIB
APAKAH kita sebagai bangsa memiliki nilai-nilai baik bagi Indonesia...
MI/Seno

Spirit Harkitnas dan KKN di Desa Penari

👤Dewa Gde Satrya Dosen hotel & tourism business School of Tourism, Universitas Ciputra Surabaya 🕔Jumat 20 Mei 2022, 05:00 WIB
FILM bergenre horor KKN di Desa Penari yang telah ditonton hampir 4 juta orang dalam kurun waktu 11...
MI/Duta

Asas Legalitas dalam Sistem Hukum di Indonesia, Relevankah?

👤Romli Atmasasmita Guru Besar (Em) Universitas Padjadjaran 🕔Kamis 19 Mei 2022, 05:10 WIB
Ketentuan itu cocok dengan karakteristik masyarakat Indonesia yang bersifat heterogen; berbeda-beda kultur daerah adat satu dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya