Senin 14 Maret 2022, 05:05 WIB

Moto-GP Mandalika dalam Konteks Politik Luar Negeri Indonesia

Satrio Samtha Nugraha Mahasiswa Master of International Relations di Kazan Federal University, Rusia, dan ASN Direktorat Jenderal Imigrasi | Opini
Moto-GP Mandalika dalam Konteks Politik Luar Negeri Indonesia

MI/Duta
Ilustrasi MI

 

SOROT tajam dunia otomotif saat ini sedang tertuju kepada Indonesia. Negara dengan populasi 270 juta penduduk itu sudah sejak lama dikenal sebagai market besar bagi dunia otomotif, khususnya roda dua. Bagaimana tidak? Setiap tahunnya lebih dari 5 juta kendaraan roda dua terjual di Indonesia. Tahun ini akan menjadi momentum Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah dari perhelatan akbar balap motor dunia Moto-GP.

Ajang yang bertajuk Pertamina Grand Prix of Indonesia itu akan berlangsung pada 18-22 Maret 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit. Sebuah penantian panjang selama 25 tahun ketika Indonesia terakhir kali menggelar Moto-GP yang pada saat itu masih bernama GP500 pada 1997 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, tepat saat krisis keuangan hebat melanda Asia.

Ingar bingar perhelatan Moto-GP tentu tak bisa terlepas dari aspek bisnis dengan perputaran ekonomi yang luar biasa besar sekaligus ajang adu gengsi negara-negara di dunia. Kembalinya Indonesia ke ajang Moto-GP bukanlah sebuah proses singkat. Ada banyak faktor yang memengaruhinya, termasuk kebijakan pemerintah yang dalam prosesnya melibatkan banyak stakeholder. Beberapa tahun belakangan, kebijakan pemerintah difokuskan pada pembangunan infrastruktur sebagai langkah untuk merangsang pertumbuhan nasional.

Pemerintah menyadari bahwa infrastruktur yang baik merupakan fondasi yang kuat demi mencapai target-target dalam rencana pembangunan nasional, yang salah satunya melalui pembentukan kawasan ekonomi khusus (KEK), termasuk Lombok-Mandalika. Langkah itu akan mempromosikan Lombok-Mandalika sebagai salah satu dari 10 Bali baru agar pariwisata nasional terus kompetitif bersaing sebagai salah satu sektor andalan. Lalu, apakah kehadiran Indonesia dalam kalender balap Moto-GP ini merupakan bagian dari manuver politik luar negeri dalam memperkuat posisinya?

 

 

Diplomasi satu paket

Pada faktanya saat ini Indonesia tidak menjadi pemain tunggal dalam industri pariwisata dan olahraga di kawasan, khususnya Moto-GP. Sebagai contoh, Malaysia sudah lebih dulu terjun melalui Sepang International Circuit sejak 1999. Lalu pada 2018 Thailand juga ikut berpartisipasi lewat Chang International Circuit di Buriram. Dalam konteks diplomasi modern, kembalinya Indonesia di ajang balap Moto-GP dapat menjadi momentum untuk meningkatkan posisi tawar (bargaining position) di mata dunia melalui konsep soft diplomacy lewat ajang olahraga balap.

Moto-GP pada dasarnya merupakan salah satu olahraga dengan penonton terbesar di dunia. Dengan jumlah fan/pendukung yang luar biasa besar dan didukung media-media baik lokal maupun mancanegara, keikutsertaan kita pada ajang itu diibaratkan gadis cantik di antara semua negara dalam kalender balap Moto-GP. Moto-GP Mandalika tidak hanya dapat memberikan tempat spesial kepada para penggemar roda dua Tanah Air. Lebih dari itu, dalam konteks diplomasi, itu dianggap sebagai cara dalam melakukan pendekatan internasional yang tujuan besarnya ialah menegaskan posisi Indonesia sekaligus meningkatnya kepercayaan dunia internasional.

Dari sudut pandang pariwisata, Mandalika sebagai sebuah KEK dipersiapkan untuk memperluas market bagi pariwisata Indonesia sehingga akan memicu pertumbuhan di daerah-daerah lainnya. Mengingat posisi strategis geografis Indonesia sebagai negara kepulauan di daerah tropis, keberadaan Mandalika akan semakin mendongkrak nilai pariwisata nasional untuk dapat bersaing dengan negara lain, seperti Thailand dan Malaysia yang saat ini menjadi leader bagi pariwisata di kawasan ASEAN.

Beberapa waktu lalu saat sesi tes pramusim Moto-GP di Mandalika 11-13 Februari 2022, akun @Moto-GP mengunggah foto di Twitter bahwa Pertamina Mandalika International Street Circuit merupakan sirkuit tercantik di dunia. Konsep dari sirkuit itu berupa race track yang berfungsi sebagai sirkuit balap kelas dunia, tetapi dapat digunakan sebagai objek wisata pada saat sedang rehat dari musim balapan. Itu menunjukkan bahwa konsep yang ditawarkan Pertamina Mandalika International Street Circuit merupakan konsep baru yang unik dengan memadukan olahraga dan pariwisata dalam satu paket yang menarik.

 

 

Momentum branding Indonesia

Keberhasilan menyelenggarakan ajang olahraga terbesar se-Asia melalui Asian Games pada 2018 membuat pemerintah semakin percaya diri bahwa Indonesia punya semua sumber daya yang dibutuhkan. Pemerintah sepertinya tahu bahwa untuk tetap menarik dari sisi bisnis, Moto-GP Mandalika tidak mungkin jika hanya diselenggarakan sekali. Oleh karena itu, pemerintah melalui PT Indonesia Tourism Development Cooperation (ITDC) menggandeng Dorna Sports sebagai promotor Moto-GP dan Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) untuk menyelenggarakan Moto-GP Mandalika melalui kontrak dengan durasi 10 tahun secara kontinu. Kontrak jangka panjang itu penting untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun ini akan dapat bermanfaat bagi industri olahraga balap dan pariwisata nasional.

Moto-GP Mandalika dirasa hadir di momen yang tepat. Di saat negara lain sedang mencoba untuk pulih dari situasi pandemi covid-19, Indonesia mengambil langkah berani guna kembali merangsang sektor pariwisata yang sempat lumpuh. Indonesia sadar bahwa momentum seperti itu tidak akan datang dua kali. Oleh sebab itu, pelaksanaan event Moto-GP Mandalika sekali lagi menjadi langkah yang tepat untuk semakin menegaskan Indonesia sebagai salah satu tujuan destinasi olahraga balap motor dunia.

Momentum itu diharapkan menjadi pemicu bagi bangkitnya industri otomotif nasional. Itu berarti bahwa semakin dipercayanya Indonesia akan semakin memperbesar peluang untuk menarik masuk investasi yang pada akhirnya akan memperluas lapangan pekerjaan baru. Selain itu, event Moto-GP Mandalika dapat merangsang perkembangan atlet dan pembalap nasional untuk go international. Semua itu dimaksudkan agar tercipta sebuah industri hulu-hilir yang terintegrasi yang pada akhirnya akan semakin memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah global.

 

 

Gengsi atau prestasi

Bagi Indonesia, Moto-GP Mandalika sejatinya bukan hanya sebagai sebuah event tahunan balap motor dunia. Lebih dari itu, gelaran itu merupakan sebuah ajang yang sarat makna. Di tengah ketidakpastian dunia yang masih dalam situasi pemulihan dari pandemi, pemerintah serius dalam melaksanakan event itu. Faktanya, Pertamina Mandalika International Street Circuit diakui sebagai salah satu race track teraman dalam kalender balap Moto-GP, baik dari sisi layout sirkuit maupun kualitas aspal yang digunakan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan menerapkan mekanisme travel bubble sebagai langkah untuk memastikan pencegahan penularan covid-19 di sekitar area Moto-GP Mandalika. Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Sistem Bubble pada Kegiatan Moto-GP 2022 di Mandalika dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), yang terbit 3 Februari 2022.

Konsep besarnya ialah memberikan ruang bagi kru, pembalap, dan elemen penting event Moto-GP agar tetap berada di bubble yang aman. Hal itu bertujuan mempertegas pandangan internasional bahwa pengendalian covid-19 di Indonesia sudah dilaksanakan dengan baik dan akan memberikan rasa aman bagi semua pihak. Di sisi lain, pelaksanaan event Moto-GP sering dikatakan sebagai sebuah prestise bagi suatu negara. Namun, dari fakta-fakta di atas, Moto-GP Mandalika bukan hanya sebuah gengsi besar yang tanpa makna, melainkan juga pertunjukan sebuah keberhasilan dari pelaksanaan praktik soft diplomacy Indonesia.

Secara keseluruhan, Moto-GP Mandalika dapat menjadi angin segar di tengah keterpurukan industri pariwisata nasional. Pelaksanaan ajang itu tinggal menghitung hari. Moto-GP Mandalika merupakan sebuah langkah tepat untuk semakin memperkuat posisi strategis Indonesia sehingga ke depannya akan semakin menarik untuk melihat bagaimana Indonesia memainkan peran dalam skala global.

Baca Juga

MI/Ebet

Memandang Bencana

👤Adiyanto Wartawan Media Indonesia 🕔Minggu 29 Mei 2022, 05:00 WIB
Air seharusnya berada di laut, sungai, atau selokan. Jika ia sampai menggenangi daratan, berarti kita yang tidak becus...
MI/RM Zen

Menanti Langkah Lanjutan Luhut Pandjaitan Bereskan Sengkarut Minyak Goreng

👤Soelistijono, Editor Media Indonesia 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:37 WIB
Ayo wani ngalah, luhur wekasane.  Kita berani mengalah demi kepentingan bersama adalah sikap yang luhur....
MI/SUMARYANTO BRONTO

Cinta Buya Syafii kepada Bangsa

👤Hajriyanto Y Thohari Ketua PP Muhammadiyah 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 05:10 WIB
BUYA Syafii, panggilan akrab Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif, adalah pengagum berat Mohammad Hatta, wakil presiden pertama kita. Keduanya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya