Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk miskin Indonesia pada Maret 2019 sebanyak 25,14 juta penduduk. Catatan ini menjadi torehan positif bagi kepemimpinan Presiden Joko Widodo. BPS menyebutkan, terdapat penurunan 810 ribu penduduk miskin jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Namun, Presiden Joko Widodo memastikan upaya pemerintah untuk memberantas kemiskinan tidak akan berhenti di situ. Pada saat memberikan pidato pertamanya--saat pelantikan--di Gedung MPR, Jakarta, Minggu (20/10), Presiden Joko Widodo menginginkan Indonesia terlepas dari kemiskinan. Bahkan, beliau menargetkan Indonesia masuk dalam lima besar negara perekonomian terbesar di dunia.
Sebagai bagian dari pemerintah yang memfasilitasi keberlangsungan pembangunan ekonomi nasional, target tersebut tentunya menjadi tantangan besar bagi kami semua. Akan tetapi, kami percaya, dengan kolaborasi dan sinergi semua pelaku pembangunan nasional, tidak ada yang tidak mungkin.
Di mata kami, sektor pertanian memiliki peranan penting dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Apalagi dalam data yang diungkapkan oleh BPS, persentase kemiskinan di wilayah perdesaan masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan wilayah perkotaan. Persentase penduduk miskin di desa mencapai 12,85%, sedangkan kota sebesar 6,89%.
Wilayah perdesaan selama ini sarat dengan kegiatan usaha tani. Mayoritas sektor ekonomi andalan masyarakat perdesaan pun masih pada sektor pertanian. Namun, kita tidak bisa menafikan bahwa pembangunan pertanian Indonesia masih menghadapi dilema gerontocracy, yaitu sebuah kondisi kalangan tua mendominasi kegiatan pertanian. Dunia pertanian sejatinya membutuhkan regenerasi, khususnya keterlibatan generasi milenial di lapangan.
Pertanian maju, mandiri, dan modern
Transformasi pola pertanian mustahil dilakukan tanpa adanya perubahan dalam manajemen pembangunan pertanian. Kebijakan dan program pembangunan pertanian terus dibangun berdasarkan aspirasi dan masukan dari bawah, terutama dari petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.
Implementasi revolusi industri 4.0 mau tidak mau memang akan mengubah cara kita menjalankan manajemen usaha pertanian. Revolusi industri 4.0 jelas memerlukan terobosan manajemen, yang tentu tidak akan berhasil tanpa terobosan perilaku dan kepemimpinan.
Harus disadari, kita tidak akan mampu menyelesaikan masalah peningkatan produksi, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, jika kita masih terpaku dengan cara lama yang sudah tidak sesuai lagi dengan era Industri 4.0. Kita harus mengejar ketinggalan melalui upaya benchmarking dengan negara-negara lain yang telah berlari terlebih dahulu. Dengan demikian, kita tahu berada di posisi mana dan berapa jauh kita harus mengejar ketinggalan itu.
Peranan kaum milenial sangat vital dalam mentransfer kemampuan penggunaan dan penerapan teknologi. Melalui teknologi informasi dan media digital, kecepatan diseminasi akan lebih efektif. Dampak lain yang juga dalam genggaman anak muda ialah akselerasi informasi dengan memviralkan teknologi pertanian melalui media sosial.
Selain itu, respons pengguna terkait dengan suatu inovasi teknologi langsung dapat diketahui secara real time dan akurat setelah informasi tersebut diuji coba dan dimanfaatkan petani di lapangan.
Patut disyukuri sejak menjabat sebagai Menteri Pertanian pada Oktober lalu, Syahrul Yasin Limpo sudah menegaskan komitmennya bahwa Indonesia harus secepatnya meninggalkan pola pertanian lama. Dirinya meminta jajarannya untuk bekerja cepat dalam memfasilitasi terwujudnya pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.
Pertanian maju menandakan bahwa peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama pertanian tidak hanya mengikuti deret hitung, tetapi juga harus ada lompatan dengan mengikuti deret ukur. Inovasi mutlak diperlukan dalam akselerasi produksi pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani.
Pertanian modern juga perlu digiatkan sebagai pendorong loncatan pertumbuhan sektor pertanian. Tanpa penerapan teknologi modern, sektor pertanian tidak akan maju dan tumbuh. Perkembangan teknologi harus didorong dan dipacu. Modernisasi juga ditandai dengan penggunaan teknik-teknik yang canggih sehingga cara koordinasi dan pemecahan masalah yang digunakan akan berbeda dengan cara sebelumnya. Bertani pun bisa lebih cepat dan efisien.
Kita harapkan rancangan langkah yang dilakukan pemerintah dalam rangka membangun pertanian maju, mandiri, dan modern bisa berbuah pada penurunan kemiskinan secara signifikan. Kami percaya kemajuan pertanian kita akan turut mengeluarkan masyarakat dari jebakan kemiskinan.
DALAM lima tahun terakhir, harga beras di tingkat konsumen terus naik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
BPS beberkan data perdagangan RI di jalur Selat Hormuz di tengah konflik Iran-Israel. Intip nilai ekspor-impor miliaran dolar yang terancam jika jalur ini lumpuh.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
PRESIDEN Prabowo Subianto mendorong percepatan pembentukan koperasi desa sebagai solusi untuk memutus ketergantungan petani pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.
Seorang petani di Bener Meriah, Aceh, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar saat mencoba mengusir satwa tersebut dari kebunnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Gerakan Pramuka menjadi kekuatan strategis dalam pembangunan pertanian nasional, khususnya dalam mencetak generasi muda petani.
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved