Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Kolaborasi TNI AL dan Pemprov Bali Kawal Pembukaan Red Bull Cliff Diving 2026

Basuki Eka Purnama
01/4/2026 03:52
Kolaborasi TNI AL dan Pemprov Bali Kawal Pembukaan Red Bull Cliff Diving 2026
Aksi seorang atlet cliff diving(MI/HO)

INDONESIA resmi terpilih menjadi tuan rumah pembuka musim ke-17 Red Bull Cliff Diving World Series 2026. Mengingat standar keselamatan tinggi yang dibutuhkan, TNI Angkatan Laut (AL) menjalin kolaborasi strategis untuk mengamankan kompetisi di dua lokasi ekstrem di Bali tersebut.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyatakan kesiapan pihaknya dalam memberikan dukungan operasional penuh guna menjaga citra profesionalisme Indonesia di mata dunia.

"TNI AL menyambut baik kerja sama ini, dengan pengamanan dan dukungan operasional yang optimal, Indonesia dapat menunjukkan kesiapan dan profesionalisme dalam menjadi tuan rumah perhelatan olahraga dunia," ujar KSAL di Jakarta, Selasa (31/3).

Lokasi Ekstrem dan Dukungan Teknis

Sebanyak 24 atlet dunia dijadwalkan berlaga di dua titik ikonik:

  1. Air Terjun Kroya (Buleleng): Sebagai lokasi pembuka seri.
  2. Tebing T-Rex, Pantai Kelingking (Nusa Penida): Sebagai lokasi laga puncak yang berhadapan langsung dengan ombak besar Samudera Hindia.

TNI AL akan memberikan dukungan teknis krusial meliputi pembacaan arus laut, pemantauan dinamika cuaca, hingga penyiagaan personel di lapangan. 

Menariknya, penyelam TNI AL akan bergabung ke dalam tim penyelamat internasional guna menjamin keselamatan atlet yang melompat dari ketinggian hingga 27 meter.

Dampak Pariwisata dan Ekonomi

Selain aspek teknis, ajang ini didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Bali serta Pemerintah Kabupaten Klungkung dan Buleleng sebagai upaya promosi wisata berkelanjutan.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyambut hangat terpilihnya Bali sebagai panggung ajang bergengsi ini.

"Merupakan suatu kehormatan bagi Provinsi Bali menjadi tuan rumah ajang bergengsi dunia ini, sekaligus memperkenalkan keindahan alam kepada masyarakat global. Bali siap menjadi panggung bagi kegiatan internasional yang berkualitas, berkelas, dan berkelanjutan," tutur Gubernur.

Setelah menyelesaikan seri di Indonesia, kompetisi kelas dunia ini akan berlanjut ke berbagai negara sebelum akhirnya ditutup di Oman pada November 2026. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya