Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

PSSI Awards 2026: MilkLife Soccer Challenge Dinobatkan sebagai Program Akar Rumput Terbaik

Khoerun Nadif Rahmat
30/3/2026 19:00
PSSI Awards 2026: MilkLife Soccer Challenge Dinobatkan sebagai Program Akar Rumput Terbaik
MilkLife Soccer Challenge dinobatkan sebagai Grassroots Development Program of The Year pada ajang PSSI Awards.(Dok MilkLife)

MilkLife Soccer Challenge dinobatkan sebagai Grassroots Development Program of The Year pada ajang PSSI Awards. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi program tersebut dalam membangun fondasi sepak bola putri di level usia dini.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa PSSI Awards merupakan bentuk pengakuan bagi seluruh pihak yang berkontribusi menjaga mimpi sepak bola Indonesia, mulai dari tingkat akar rumput hingga prestasi.

"Panggung itu untuk mengapresiasi para pahlawan di lapangan hijau. Bukan cuma pemain, tetapi juga wasit, PSSI provinsi, sponsor, komunitas, dan banyak pihak lain," ujar Erick dalam keterangannya.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menyatakan bahwa apresiasi itu menjadi motivasi tambahan untuk memperkuat ekosistem sepak bola putri nasional.

"Penghargaan ini didedikasikan untuk mendiang Bapak Michael Bambang Hartono yang bersama Robert Budi Hartono serius membangun fondasi pembinaan olahraga," tutur Teddy.

"Penghargaan ini didedikasikan untuk mendiang Bapak Michael Bambang Hartono yang bersama Robert Budi Hartono serius membangun fondasi pembinaan olahraga," tutur Teddy.

Sejak dimulai pada 2023 di Kudus, MilkLife Soccer Challenge kini telah menjangkau 12 kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Samarinda.

Data menunjukkan tren positif pada kuantitas peserta. Dari 5.163 siswi pada Seri 1 2024, angka tersebut melonjak menjadi 17.492 peserta pada Seri 1 2025-2026. Total, sebanyak 32.706 talenta muda telah berpartisipasi dalam kompetisi ini. Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, menilai turnamen kategori usia (KU) 8, 10, dan 12 ini efektif membantu perkembangan kognitif dan fisik siswa.

"Ini menunjukkan bahwa program pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia mulai mendapatkan perhatian serius dan berjalan ke arah yang benar," kata Didit.

Keberhasilan program itu juga dirasakan langsung oleh para pemain. Albianca Raula, salah satu jebolan turnamen yang sempat masuk seleksi Timnas Wanita U-16, menyebut ajang ini sebagai wadah krusial untuk mengasah teknik dan mental. Senada dengan itu, Ika Wonda, yang sempat tampil di ajang internasional JSSL Singapore 7’s 2025, berharap program tersebut melahirkan lebih banyak bibit potensial. 

"Semoga semakin banyak calon srikandi muda sepak bola yang berpartisipasi dan skuad Merah Putih mendatang bisa masuk Piala Dunia Wanita," ungkap Ika.

Memasuki tahun 2025-2026, turnamen ini menghadirkan format baru pada fase All-Stars, yakni pertandingan 9 vs 9 yang akan digelar di Supersoccer Arena, Kudus, pada Juni 2026. Sementara itu, rangkaian Seri 2 2025-2026 dijadwalkan berlanjut mulai April mendatang di beberapa kota seperti Samarinda, Bekasi, Banjarmasin, Kudus, Surabaya, dan Malang. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya