Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Dominasi Slovenia di Olimpiade 2026: Domen Prevc Sempurnakan Kejayaan Keluarga

Media Indonesia
14/2/2026 09:03
Dominasi Slovenia di Olimpiade 2026: Domen Prevc Sempurnakan Kejayaan Keluarga
Ilustrasi(olympics.com)

 

Slovenia resmi menasbihkan diri sebagai penguasa baru jagat ski jumping dunia setelah Domen Prevc berhasil menyabet medali emas pada nomor Large Hill putra di Olimpiade Musim Dingin 2026, Sabtu (14/2). Keberhasilan ini bukan sekadar tambahan medali, melainkan puncak dari dominasi keluarga Prevc yang kini tercatat sebagai dinasti tersukses dalam sejarah olahraga musim dingin.

Bertanding di Stadio del Salto, Predazzo, Domen Prevc tampil tanpa celah dengan total skor 298,4 poin. Ia berhasil mengungguli bintang Jepang, Ryoyu Kobayashi (292,1 poin), dan veteran Austria, Stefan Kraft (285,7 poin). Kemenangan ini memberikan dampak signifikan bagi klasemen medali Slovenia, sekaligus melengkapi torehan emas yang sebelumnya diraih tim campuran Slovenia yang juga diperkuat oleh adiknya, Nika Prevc.

Dampak historis dari kemenangan ini sangat besar. Keluarga Prevc kini menjadi keluarga pertama di dunia yang memiliki empat saudara kandung (Peter, Cene, Domen, dan Nika) yang semuanya pernah meraih medali Olimpiade. "Ini adalah momen yang kami impikan sejak kecil. Berbagi podium sejarah dengan saudara-saudara saya adalah kehormatan terbesar bagi keluarga kami," ujar Domen Prevc dalam konferensi pers pasca-pertandingan.

Rekor Dinasti Prevc di Olimpiade:

  • Peter Prevc: 1 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu (2014, 2022)
  • Cene Prevc: 1 Perak (2022)
  • Nika Prevc: 1 Emas (Mixed Team 2026), 1 Perak (Normal Hill 2026)
  • Domen Prevc: 1 Emas (Large Hill 2026), 1 Emas (Mixed Team 2026)

Keberhasilan Domen juga memicu gelombang euforia di Slovenia, yang kini diprediksi akan menyapu bersih penghargaan olahraga nasional tahun ini. Dengan hasil ini, Slovenia tidak hanya mempertahankan reputasi sebagai produsen atlet ski jumping kelas dunia, tetapi juga menggeser dominasi tradisional negara-negara seperti Norwegia dan Jerman di nomor individu bergengsi.

Kemenangan di Predazzo ini sekaligus menjadi pesan kuat bagi rival-rival internasional bahwa regenerasi atlet Slovenia tetap menjadi yang terkuat di dunia saat ini.

 

PENAFIAN _Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya