Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Cedera Pinggang Kambuh, Anthony Ginting Mundur dari Indonesia Masters 2026

Khoerun Nadif Rahmat
22/1/2026 17:24
Cedera Pinggang Kambuh, Anthony Ginting Mundur dari Indonesia Masters 2026
Pemain tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting(Antara Foto)

HARAPAN publik untuk melihat aksi Anthony Sinisuka Ginting di babak perempat final Daihatsu Indonesia Masters 2026 harus pupus. Tunggal putra andalan Merah Putih itu dipastikan mundur dari laga babak 16 besar melawan wakil Singapura, Jason Teh, Kamis (22/1). 

Keputusan sulit ini diambil sesaat sebelum pertandingan dimulai karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan.

Kepastian mundurnya Ginting diumumkan secara resmi oleh pihak panitia tepat sebelum jadwal pertandingannya pada pukul 14.30 WIB.

Pelatih tunggal putra Indonesia, Indra Wijaya, menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil konsultasi mendalam dengan tim medis di menit-menit terakhir.

Indra mengungkapkan bahwa Ginting sebenarnya sudah berupaya maksimal untuk tampil, termasuk menjalani sesi pemanasan. Namun, gangguan pada area pinggang membuatnya kesulitan melakukan pergerakan krusial di lapangan.

"Sangat disayangkan karena keadaan ini di luar prediksi. Kami sempat tahan nih sampai tadi pemanasan, ternyata tidak bisa. Ini last minute. Saya sudah bicara dengan Anthony dan dokter, kami sudah sepakat," kata Indra.

Secara teknis, Indra menjelaskan bahwa cedera yang dialami Ginting kali ini cukup spesifik. Meski masih bisa berjalan dan berlari kecil, area pinggang sang pemain tidak dapat berputar secara fleksibel, yang tentu menjadi kendala besar dalam permainan bulu tangkis tingkat tinggi.

"Jadi pinggangnya tidak bisa mutar. Lari dan bangun bisa. Ada rasa sakit di pinggang ke atas... Penanganan baru diobservasi intens oleh dokter dan fisio," jelas Indra.

Padahal, Indonesia Masters 2026 merupakan momentum comeback Ginting setelah sempat menepi panjang sejak French Open Oktober 2025 akibat cedera bahu.

Sebelumnya, pemain peringkat dunia itu tampil menjanjikan di babak kualifikasi dan babak pertama dengan menyingkirkan Kanthapon Wangcharoen (Thailand) serta Julien Carraggi (Belgia).

Kehilangan Ginting menjadi kerugian besar bagi skuat tunggal putra tuan rumah, mengingat pemain berusia 29 tahun itu memiliki rekam jejak gemilang di Istora dengan koleksi gelar juara edisi 2018 dan 2020. Kini, tim medis akan fokus pada observasi intensif agar sang pemain bisa segera pulih untuk turnamen mendatang. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya