Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Evolusi Casper Ruud: Belajar dari Generasi Muda demi Taklukkan Musim 2026

Basuki Eka Purnama
15/1/2026 07:32
Evolusi Casper Ruud: Belajar dari Generasi Muda demi Taklukkan Musim 2026
Petenis Norwegia Casper Ruud(AFP/IZHAR KHAN)

CASPER Ruud, petenis peringkat atas asal Norwegia, memulai musim 2026 dengan pendekatan yang tidak biasa. 

Menjelang laga pertamanya di ASB Classic, Auckland, Ruud secara terbuka mengakui bahwa dirinya sedang dalam misi melakukan transformasi gaya bermain setelah mengamati dominasi para pemain muda di tur ATP.

Langkah ini diambil setelah Ruud tampil di ajang beregu campuran United Cup. Pemilik 14 gelar ATP Tour ini menyadari bahwa konsistensi fisik dan pukulan topspin tinggi yang menjadi ciri khasnya di lapangan tanah liat mulai menemui tantangan besar saat menghadapi gelombang baru petenis agresif.

Meniru Agresi Generasi Baru

Fokus studi Ruud tertuju pada nama-nama seperti petenis 19 tahun asal Brasil, Joao Fonseca, dan talenta Rep Ceko, Jakub Mensik. 

Ketertinggalannya dalam catatan pertemuan melawan penguasa Grand Slam saat ini, Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner, menjadi alarm bagi Ruud untuk segera berevolusi.

"Melihat bagaimana permainan telah berubah membuat saya menyadari bahwa mungkin saya perlu sedikit mengubah permainan saya. Dalam upaya mencari peningkatan, saya banyak mempelajari para pemain muda selama beberapa minggu dan bulan terakhir tentang bagaimana permainan saya perlu berkembang untuk menghadapi gaya tenis mereka," kata Ruud dikutip dari ATP.

Menurut Ruud, selisih kualitas antara dirinya dan para pemain papan atas saat ini terletak pada kekuatan serangan yang merata di kedua sisi lapangan—sesuatu yang menjadi standar baru di era Sinner dan Alcaraz.

"Generasi ini terdiri dari Sinner sebagai yang tertua, lalu ada Fonseca yang termuda. Di kelompok usia itu, antara lima dan enam tahun, mereka benar-benar memukul bola dengan keras dan memainkan gaya tenis yang berbeda," tutur petenis berusia 27 tahun tersebut.

Tantangan Nyata di Auckland

Kebutuhan Ruud untuk berubah terbukti nyata saat ia dikalahkan oleh Jakub Mensik di United Cup pekan lalu. 

Meski sempat mengalahkan jagoan tuan rumah Alex de Minaur, Ruud tak berkutik menghadapi kombinasi servis dan serangan balik cepat dari Mensik.

"Lihat Mensik, saya kalah melawannya minggu lalu di United Cup. Dia memiliki servis yang hebat dan memukul backhand dengan keras dari kedua sisi. Anda akan semakin sering melihatnya," tambahnya.

Kini, sebagai unggulan kedua di Auckland, Ruud siap menguji hasil studinya. Ujian pertamanya adalah menghadapi petenis Italia, Fabian Marozsan. 

Jika terus melaju, Ruud berpeluang melakukan rematch atau pertandingan ulang melawan Mensik di babak semifinal. Turnamen ini menjadi pembuktian apakah adaptasi gaya bermain barunya mampu membawa kembali mantan finalis tiga kali Grand Slam ini ke jajaran elite yang kini didominasi para petenis belia. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya