Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

5 Negara Ini Pernah Angkat Trofi Uber Cup, Indonesia Peringkat Berapa?

 Gana Buana
05/1/2026 21:34
5 Negara Ini Pernah Angkat Trofi Uber Cup, Indonesia Peringkat Berapa?
Simak daftar lengkap negara yang pernah mengangkat trofi Uber Cup dari masa ke masa(Antara)

DALAM sejarah bulu tangkis dunia, trofi Piala Uber bukan sekadar simbol supremasi tim putri, melainkan bukti ketangguhan regenerasi atlet sebuah negara. Hingga memasuki tahun 2026, dominasi "Tembok Besar" China masih sulit diruntuhkan, sementara Indonesia terus berjuang mengulang memori manis era 90-an.

Bagi Anda penggemar bulu tangkis, memahami peta kekuatan negara-negara juara Uber Cup adalah kunci untuk menikmati setiap pertandingan. Siapa saja negara yang pernah mengangkat trofi bergengsi ini, dan kapan terakhir kali Srikandi Merah Putih berjaya?

Sejarah Singkat

Sebelum membahas daftar juara, penting untuk mengenal asal-usul turnamen ini. Turnamen beregu putri ini digagas oleh legenda bulu tangkis Inggris, H.S. Betty Uber, pada tahun 1950. Ia ingin ada kompetisi putri yang setara dengan Piala Thomas (putra).

Edisi perdana digelar pada tahun 1957 di Lancashire, Inggris. Uniknya, meski digagas orang Inggris, trofi pertama justru terbang jauh ke Amerika Serikat, menandai awal sejarah panjang perebutan supremasi bulu tangkis putri dunia.

Daftar Lengkap Negara Juara Piala Uber

Hingga saat ini, hanya ada lima negara di dunia yang pernah mencicipi manisnya gelar juara Uber Cup. Berikut adalah rekapitulasi lengkapnya:

Peringkat Negara Total Gelar Tahun Juara
1 China 16 1984, 1986, 1988, 1990, 1992, 1998, 2000, 2002, 2004, 2006, 2008, 2012, 2014, 2016, 2020, 2024
2 Jepang 6 1966, 1969, 1972, 1978, 1981, 2018
3 Indonesia 3 1975, 1994, 1996
4 Amerika Serikat 3 1957, 1960, 1963
5 Korea Selatan 2 2010, 2022

Analisis Kekuatan Negara Pemenang

1. China: Dominasi Mutlak

Sejak pertama kali berpartisipasi dan juara pada tahun 1984, China langsung mengubah peta kekuatan bulu tangkis dunia. Dengan sistem pembinaan yang ketat, mereka mencatatkan rekor kemenangan beruntun terpanjang. Kemenangan terakhir mereka di edisi 2024 menegaskan bahwa regenerasi pemain putri China (seperti Chen Yufei dan ganda Chen Qingchen/Jia Yifan) masih yang terbaik di dunia.

2. Jepang: Kebangkitan Sang Matahari Terbit

Jepang adalah penguasa era 60-an hingga awal 80-an. Sempat "tertidur" puluhan tahun, Jepang bangkit kembali dan merebut gelar pada 2018 berkat generasi emas seperti Akane Yamaguchi dan Nozomi Okuhara. Mereka dikenal dengan gaya main yang ulet dan stamina yang tak habis-habis.

3. Indonesia: Memori Emas Srikandi

Indonesia mengoleksi 3 gelar juara. Gelar pertama diraih pada 1975 di Jakarta, yang menjadi momen bersejarah runtuhnya dominasi Jepang. Namun, era paling ikonik adalah dekade 90-an.

  • 1994 & 1996: Dipimpin oleh legenda hidup Susi Susanti dan si "Bocah Ajaib" Mia Audina, Indonesia menjadi kekuatan yang menakutkan. Momen Mia Audina menjadi penentu kemenangan di usia belia pada final 1994 masih menjadi salah satu momen terbaik dalam sejarah olahraga nasional.

4. Amerika Serikat: Raksasa Masa Lalu

Banyak penggemar muda mungkin terkejut melihat AS ada di daftar ini. Pada tiga edisi awal (1957-1963), AS mendominasi berkat Judy Devlin. Namun, seiring berkembangnya bulu tangkis di Asia, kekuatan AS perlahan meredup dan kini lebih sering terhenti di fase grup.

5. Korea Selatan: Sang Pembunuh Raksasa

Korea Selatan dikenal sebagai tim yang penuh kejutan. Gelar 2010 dan 2022 mereka raih dengan cara dramatis, seringkali dengan mengalahkan China di final yang tidak terduga. Semangat juang "pantang menyerah" menjadi ciri khas tim Negeri Ginseng.

Fakta Unik Seputar Piala Uber

  • Format Ganda: Hingga 2026, Piala Uber dan Piala Thomas selalu digelar bersamaan di lokasi yang sama untuk efisiensi dan kemeriahan turnamen.
  • Trofi Berputar: Trofi asli Piala Uber berbentuk bola dunia dengan patung pemain wanita di atasnya, dirancang oleh perhiasan ternama di London, Mappin & Webb.
  • Kutukan Tuan Rumah: Menjadi tuan rumah tidak menjamin gelar juara. Indonesia (2004, 2008) dan Malaysia (2010) pernah gagal mengangkat trofi di rumah sendiri.

Kesimpulan

Melihat daftar negara yang pernah angkat trofi Uber Cup, terlihat jelas pergeseran kekuatan dari Barat (AS) ke Timur (Asia). China memang masih menjadi tembok tebal yang sulit ditembus, namun kemenangan Korea Selatan di 2022 membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil.

Bagi tim Indonesia, sejarah 1975, 1994, dan 1996 adalah api semangat yang tidak boleh padam. Dengan talenta muda yang terus bermunculan, harapan untuk melihat Bendera Merah Putih berkibar lagi di podium tertinggi Piala Uber tetap menyala. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya