Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Harapan tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, untuk melaju lebih jauh di ajang BWF World Tour Finals 2025 kian menipis. Dalam laga kedua fase grup yang berlangsung di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, China, Kamis (18/12), Jonatan dipaksa menyerah dua gim langsung oleh wakil Denmark, Anders Antonsen.
Laga ini sejatinya menjadi misi "hidup-mati" bagi kedua pemain setelah sama-sama menelan kekalahan di pertandingan pembuka. Namun, Antonsen terbukti lebih siap secara taktis dan mental untuk mengunci kemenangan.
Pertandingan diawali dengan jual-beli serangan yang ketat hingga kedudukan imbang 8-8. Namun, selepas itu, Antonsen mulai mendikte permainan. Jonatan tertinggal 9-11 pada interval gim pertama dan meski sempat menyamakan skor menjadi 13-13, rentetan kesalahan sendiri (unforced errors) membuat Jojo kehilangan momentum. Antonsen menutup gim pertama dengan skor 16-21.
Memasuki gim kedua, Jonatan mencoba merombak pola permainan. Namun, Antonsen sangat sigap mengantisipasi game plan wakil Indonesia tersebut. Jonatan tertinggal jauh 4-10 dan gagal memperpendek margin skor di paruh kedua gim. Serangan terencana Jonatan sempat menipiskan jarak menjadi 12-16, namun Antonsen yang tampil lebih tenang sukses menyudahi perlawanan Jonatan dengan skor akhir 14-21.
Di saat Jonatan terpuruk, kejutan besar justru datang dari tunggal putra Prancis, Christo Popov. Tampil sebagai debutan, Popov menjelma menjadi "Giant Killer" di Grup B setelah menumbangkan juara dunia asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn.
Popov menang lewat drama rubber game dengan skor 21-11, 18-21, dan 21-10 dalam durasi 74 menit. Kemenangan ini sekaligus mempertegas dominasi Popov atas Kunlavut dengan catatan empat kemenangan beruntun sejak Arctic Open 2023.
Sebelumnya, Popov juga menumbangkan Anders Antonsen via rubber game (21-13, 12-21, 21-19).
Meskipun secara peringkat dunia tidak termasuk dalam jajaran unggulan atas, Popov membuktikan bahwa status debutan bukan halangan untuk menjatuhkan para pemain elite dunia. Performa impresifnya kini menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar juara di turnamen penutup tahun ini.
Jonatan pun akan menantang Popov di pertandingan besok. (P-5)
Kekalahan wakil terakhir ini menjadi bahan evaluasi besar bagi bulu tangkis Indonesia
Muhammad Shohibul Fikri mengaku mendapat pelajaran berharga dari keuletan pasangan Liang/Wang.
Sabar/Reza kini bersiap menghadapi tantangan di semifinal dengan status sebagai "pembunuh raksasa" yang patut diwaspadai oleh kontestan lainnya di Hangzhou.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Fajar/Fikri yang baru dipasangkan kembali di paruh kedua musim 2025.
Jonatan mengakui performanya sepanjang 2025 banyak terganggu oleh masalah kebugaran yang fluktuatif.
Kemenangan di laga terakhir Grup B ini menjadi poin perdana sekaligus pengalaman berharga bagi Jafar/Felisha dalam debut mereka di turnamen penutup tahun yang paling prestisius ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved