Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Regenerasi Atlet Muda Jadi Fondasi Masa Depan Bulu Tangkis Indonesia

Khoerun Nadif Rahmat
02/12/2025 13:04
Regenerasi Atlet Muda Jadi Fondasi Masa Depan Bulu Tangkis Indonesia
Liliyana Natsir menjadi mentor dalam HSBC BWF Community Clinic Series Batch 2.(HSBC)

Pembinaan atlet muda menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan prestasi badminton Indonesia di level dunia. Regenerasi yang terencana dan berkelanjutan dinilai krusial agar tradisi kejayaan yang telah dibangun puluhan tahun tetap terjaga. Komitmen terhadap pembinaan usia dini kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan HSBC BWF Community Clinic Series Batch 2 pada 30 November 2025. Program ini menghadirkan sesi latihan eksklusif bersama peraih emas Olimpiade Rio 2016, Liliyana Natsir, dan menjadi ruang pembelajaran teknis sekaligus motivasi bagi para peserta.

Mengusung tema Court of Dreams, klinik tersebut dirancang inklusif dan terbuka bagi berbagai kelompok usia, terutama talenta muda yang tengah berkembang. Program ini menjadi bagian dari dukungan berkelanjutan HSBC terhadap regenerasi atlet melalui pelatihan berkualitas. Sejumlah mantan pemain nasional turut terlibat, antara lain Debby Susanto, Tommy Sugiarto, Berry Angriawan, dan Poluakan Natali. Kehadiran mereka menjadi inspirasi sekaligus penguatan teknik dan mental tanding bagi peserta.

Presiden Direktur HSBC Indonesia, Stuart Rogers, menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung pembinaan olahraga.

“Ini tentang menciptakan ekosistem yang memberdayakan, baik dalam bisnis maupun olahraga. Dengan membuka akses pembinaan, kami ingin memastikan regenerasi bulu tangkis Indonesia terus tumbuh kuat,” ujarnya.

Dalam sesi latihan, peserta dibagi berdasarkan kemampuan dan mempelajari teknik dasar hingga lanjutan, seperti konsistensi pukulan, footwork, servis, posisi pemulihan, smash, drive, netting tipuan, dan strategi permainan.

Mantan pebulu tangkis, Liliyana Natsir menyatakan kebanggaannya dapat kembali membimbing atlet-atlet muda.

“Semoga pengalaman ini menjadi pijakan bagi mereka untuk terus bermimpi dan berkembang,” tutur Liliyana.

Sebelumnya, Batch 1 yang digelar 28 September menghadirkan Greysia Polii dan melibatkan anak-anak nasabah serta peserta Special Olympics Indonesia. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik