Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT bulu tangkis Achmad Budiharto menilai kemenangan ganda putra dan ganda putri Indonesia di Australia Terbuka 2025 belum bisa dijadikan patokan kebangkitan bulu tangkis nasional. Meski demikian, ia menegaskan prestasi tersebut tetap layak diapresiasi tinggi.
"Masih terlalu dini kalau kita menyebut kebangkitan bulu tangkis Indonesia," kata Achmad saat dihubungi.
Achmad menyoroti bahwa kedua pasangan muda tersebut menunjukkan kematangan dalam menghadapi lawan-lawan kuat sepanjang turnamen.
"Kita tahu sampai mereka jadi juara sudah teruji oleh pasangan-pasangan kuat dari beberapa negara termasuk seniornya Fajar dan Fikri," ujarnya.
Meski belum menjadi indikator kebangkitan secara keseluruhan, prestasi atlet pelapis disebut membawa optimisme baru.
"Paling tidak kita semua mulai bangga dengan prestasi pemain-pemain muda kita," lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini harus dibarengi konsistensi performa di level tertinggi.
"Walaupun semua ini masih perlu dibuktikan dengan konsistensi prestasi mereka di ajang turnamen kelas dunia," imbuh Achmad.
Pada final Australia Terbuka 2025 di Quaycenter Sydney, Minggu (23/11), ganda putra muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mengalahkan pasangan senior Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Sementara di ganda putri, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menundukkan rekan satu negara, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Prestasi beruntun dari dua sektor ganda ini menunjukkan proses regenerasi berjalan pada arah yang tepat.
"Sangat membanggakan dan memberi harapan cerah," tutup Achmad. (Ndf/I-1)
GANDA putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, mengisahkan perjuangan mereka meraih gelar juara Australia Terbuka 2025.
GANDA putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menuntaskan pekan impresif mereka dengan menyabet gelar juara Australia Terbuka 2025.
PASANGAN ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum meraih gelar juara Australia Terbuka 2025 setelah menaklukkan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari
PASANGAN ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, memastikan tempat di final Australia Terbuka 2025.
INDONESIA mengamankan gelar ganda putri pada Australia Terbuka 2025 setelah dua pasangan Merah Putih memastikan tempat di partai puncak.
GANDA putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, mengisahkan perjuangan mereka meraih gelar juara Australia Terbuka 2025.
GANDA putra muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin merebut gelar juara Australian Open 2025.
FINAL Australia Terbuka 2025 di nomor ganda putra saling mempertemukan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dengan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di Quaycenter Sydney, Minggu (23/11).
Untuk laga berikutnya, Joaquin menegaskan mereka akan tampil lebih maksimal.
Raymond menilai kemenangan diraih berkat permainan agresif yang tetap disertai kesabaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved