Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

PBSI Akselerasi Pencarian Bibit Unggul Lewat Sistem Pelatwil

Khoerun Nadif Rahmat
05/11/2025 18:29
PBSI Akselerasi Pencarian Bibit Unggul Lewat Sistem Pelatwil
Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja (tengah) bersama pengurus lainnya saat meluncurkan Pelatnas Wilayah di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Senin (3/11/2025).(Dok. PBSI)

PENGURUS Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) secara resmi meluncurkan program Pelatnas Wilayah (Pelatwil). Langkah strategis ini merupakan wujud nyata dari upaya desentralisasi pembinaan atlet bulutangkis di Tanah Air. 

PBSI ingin memperluas jangkauan pencarian dan pengembangan talenta bulutangkis daerah, sekaligus menciptakan jembatan yang kuat antara pembinaan di berbagai wilayah dengan pusat pelatihan nasional (Pelatnas) di Cipayung, Jakarta. 

Peluncuran Pelatwil ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PP PBSI dengan Pengprov PBSI Sumatra Utara dan Jawa Timur di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Senin (3/11). Kedua provinsi tersebut ditunjuk sebagai pelaksana Pelatwil Barat dan Pelatwil Tengah.

Menurut Ketua Tim Kajian Pelatwil PBSI, Slamet Soedarsono, program ini merupakan amanat Musyawarah Nasional PBSI.

“Kami ingin memastikan pembinaan atlet muda berjalan secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Melalui Pelatwil, PBSI menghadirkan standar pelatihan nasional langsung ke daerah dengan sistem, pelatih, dan fasilitas terintegrasi,” ujar Slamet dalam keterangannya.

Ia menegaskan, pendanaan Pelatwil sepenuhnya ditanggung PP PBSI, sementara fasilitas sarana dan prasarana disiapkan oleh pengurus provinsi. Pelatwil Sumatra Utara akan membina wilayah Sumatra, sedangkan Pelatwil Jawa Timur mencakup wilayah Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, dan NTT.

Pemilihan Sumatra Utara dan Jawa Timur dilakukan berdasarkan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta rekam jejak prestasi.

“Sumatra Utara memiliki fasilitas lengkap pasca-PON 2024, sementara Jawa Timur telah membuktikan keberhasilan lewat program Pelatprov yang menjuarai berbagai turnamen nasional,” kata Slamet.

Ia menjelaskan, sistem Pelatwil akan menyerupai Pelatnas, dengan mekanisme promosi dan degradasi setiap tahun. Atlet yang direkrut berasal dari kelompok umur U-15 melalui seleksi wilayah, dan hasil pembinaan akan dipantau setiap tiga bulan.

Pelatwil menjadi bagian dari roadmap pembinaan jangka panjang PBSI untuk menciptakan sistem pembinaan yang efisien dan berkelanjutan. Selain menjadi wadah latihan, Pelatwil juga berfungsi sebagai pusat pencarian bakat bagi calon penghuni Pelatnas Cipayung di masa depan.

“Ketika sudah terpilih dan terlatih, para pemain akan mengikuti Sirkuit Nasional dengan biaya dari pusat,” ujarnya. (Ndf/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya