Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Marc Marquez kembali menunjukkan dominasinya di ajang MotoGP 2025 dengan meraih podium tertinggi pada seri Austria yang berlangsung di Red Bull Ring, Minggu (17/8). Kemenangan ini bukan hanya memperlebar jarak poinnya di klasemen, tetapi juga menjadi catatan kemenangan kesembilan bagi pembalap Ducati tersebut sepanjang musim.
Mengawali balapan dari grid keempat, Marquez tampil penuh ketenangan dan strategi. Sejak awal ia menjaga ritme, tidak terburu-buru mengejar, namun perlahan menekan rival-rivalnya. Puncak performa sang juara dunia delapan kali itu terjadi di lap ke-20 ketika ia berhasil menyalip Marco Bezzecchi, yang start dari pole position, dengan manuver bersih di tikungan menantang.
Setelah memimpin, Marquez langsung tancap gas meninggalkan lawan-lawannya tanpa memberi celah untuk dibalas.
Balapan tidak berjalan mulus begitu saja bagi Marquez. Pendatang baru Fermin Aldeguer tampil mengejutkan dengan kecepatan konsisten yang membuatnya mampu bertahan di posisi depan.
Di sepuluh lap terakhir, Aldeguer bahkan sempat memperpendek jarak dan memberi tekanan nyata.
Meski begitu, pengalaman dan mental juara membuat Marquez mampu menjaga keunggulan hingga garis finis. Aldeguer akhirnya harus puas menutup balapan di urutan kedua, hasil yang tetap gemilang untuk musim debutnya.
Sementara itu, Marco Bezzecchi yang sempat digadang-gadang sebagai favorit setelah merebut pole position, justru kehilangan konsistensi di paruh kedua lomba.
Beberapa kesalahan kecil dalam menjaga racing line membuatnya tak mampu mempertahankan posisi terdepan. Alhasil, ia harus rela turun ke posisi ketiga, namun tetap melengkapi podium dengan performa yang solid.
Dengan tambahan 25 poin, Marquez kini semakin kokoh di puncak klasemen sementara MotoGP 2025. Konsistensi dan agresivitasnya membuat jarak dengan para pesaing kian sulit terkejar. Jika tren ini berlanjut, peluang Marquez untuk mengamankan gelar kesembilan sepanjang kariernya semakin terbuka lebar.
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Performa Bagnaia sepanjang musim 2025 yang naik turun membuat posisinya di tim pabrikan Borgo Panigale mulai disorot.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
Karakter Marco Bezzecchi yang ceria namun penuh determinasi sangat cocok dengan semangat yang diusung oleh tim Aprilia Racing.
Musim lalu, secara mengejutkan, Marco Bezzecchi berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 353 poin.
Marco Bezzecchi meraih kemenangan di GP Valencia dan membawa Aprilia mencatat finis 1-2 pertama sejak 2023.
Setelah finis ketiga di sesi Sprint Race GP Portugal, Marco Bezzecchi mampu memperbaiki strategi dan tampil dominan di balapan utama di Sirkuit Portimao.
Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi menjadi yang tercepat di GP Portugal, yang berlangsung di Sirkuit Algarve, Portimao, Minggu (9/11).
Gelar juara dunia dan posisi runner-up sudah diamankan dua bersaudara Marc Marquez dan Alex Marquez.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved