Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu berhasil mencapai target yang ditetapkan pelatih di turnamen Tiongkok Terbuka 2025.
Meski demikian, keduanya mengaku belum sepenuhnya puas dengan pencapaian tersebut dan menjadikan hasil di turnamen level BWF Super 1000 itu sebagai bahan evaluasi.
"Kalau dari saya, motivasinya karena ingin dapat hasil terbaik di Super 1000. Belakangan ini kami biasanya kalah di babak 16 besar, baik di Super 1000 maupun Super 500. Jadi, di China kemarin kami ingin berusaha maksimal, mencoba lebih baik lagi," ujar Jafar.
Ia menambahkan, kekalahan di semifinal membuatnya semakin penasaran dan yakin bahwa dirinya dan Felisha memiliki peluang bersaing di level atas. Walaupun mereka hanya di bebani lolos hingga babak semifinal.
"Tidak puas tentu saja, tapi bersyukur karena bisa memenuhi target pelatih. Kalau target pribadi sebenarnya ingin juara, apalagi di semifinal kemarin ada peluang menang. Jadi, harus dievaluasi lagi agar hasil ke depan bisa lebih bagus dan progres kami terlihat," ujarnya.
Di sisi lain, Felisha enggan mengklaim bahwa mereka sudah sejajar dengan pasangan-pasangan elit dunia. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah menjaga performa di setiap pertandingan.
"Tidak berani menyebut apa-apa. Yang penting setiap kali bermain bisa mendapat hasil bagus dan menang. Kalau soal penilaian, biar orang lain yang menilai," ucap Felisha.
Saat ditanya mengenai perbedaan mencolok saat menghadapi pasangan papan atas dunia, seperti yang berada di peringkat tiga besar, Felisha menilai konsistensi dalam menerapkan strategi masih menjadi pekerjaan rumah utama.
“Mereka lebih konsisten dan lebih bersih mainnya. Kadang strategi kami sudah benar, tapi penerapannya tidak stabil. Kalau mereka, dari pola sampai akhir permainan bisa konsisten terus. Itu yang paling utama,” katanya.
Jafar/Felisha kalah di semifinal saat menghadapi pasangan Tiongkok, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin pada semifinal lewat permainan rubber dengan skor 21-16, 15-21, dan 16-21. (Ndf/I-1)
Langkah pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, terhenti prematur di ajang Malaysia Open 2026.
Jafar/Felisha dijadwalkan menantang unggulan keempat asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei di putaran pertama Malaysia Terbuka.
Ganda campuran Indonesia tersebut mengalahkan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dua gim langsung 21-17, 21-17.
Jafar/Felisha dipaksa menyerah dua gim langsung, 18-21 dan 16-21 dari pasangan Tiongkok Tiongkok, Feng Zhe/Huang Ping.
Kenaikan satu tingkat itu diraih setelah Jafar/Felisha melaju hingga final BWF World Tour Super 500 Australia Terbuka 2025, pekan lalu.
Ganda campuran bulu tangkis Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu memastikan akan tampil tanpa beban dalam debut mereka di SEA Games 2025 Thailand.
Indonesia memastikan setidaknya dua gelar dari turnamen bulu tangkis Super 500 Australian Terbuka 2025 setelah tercipta all-Indonesian final pada sektor ganda putri dan ganda putra.
JUARA bertahan Coco Gauff memastikan langkahnya ke perempat final Tiongkok Terbuka 2025 setelah melalui laga penuh tensi kontra Belinda Bencic, Selasa (30/9).
Di sektor putri, kejutan terjadi setelah Aliaksandra Sasnovich dari Belarusia menyingkirkan unggulan ke-14 asal Jepang, Naomi Osaka. Sasnovich yang berstatus qualifier bangkit
MUHAMMAD Shohibul Fikri mengaku bersyukur bisa meraih gelar juara bersama Fajar Alfian.
PASANGAN ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, berhasil merebut gelar juara di turnamen bulutangkis BWF World Tour Super 1000 Tiongkok Terbuka 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved