Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS Danielle Collins meredakan kontroversi terbaru seputar komentarnya tentang "cek gaji besar", setelah kekalahannya di babak ketiga Australian Open melawan Madison Keys.
Perjalanan petenis berusia 31 tahun ini berakhir di Melbourne setelah kalah 6-4 6-4 dari sesama petenis asal Amerika, dan dia mendapatkan sambutan yang tidak ramah saat memasuki Rod Laver Arena pada hari Sabtu.
Collins memicu kontroversi setelah kemenangannya di babak kedua atas petenis Australia Destanee Aiava, dengan dengan sarkastik mencium tangan ke arah penonton dan menegaskan hal tersebut dalam komentar kepada media setelahnya.
Berbicara tentang sambutannya di lapangan, dia mengatakan: "Saya sudah mengharapkannya, jelas. Itu tidak masalah. Seperti yang saya katakan, saya benar-benar menikmati bermain di lingkungan seperti ini. Ini adalah hal yang Anda perjuangkan sepanjang hidup Anda sejak kecil. Saya menyambutnya."
"Saya pikir secara keseluruhan itu bagus. Itu membuat saya semangat kadang-kadang. Itu membuat kami terlibat dalam pertandingan dan membuat kami berdua fokus."
Ketika ditanya apakah penonton Australia akan menyimpan dendam padanya di tahun-tahun mendatang, dia menjawab: "Saya rasa itu terserah mereka, kan? Pada akhirnya, apapun yang terjadi, terjadi. Yang paling penting adalah tidak ada yang terluka."
"Mungkin beberapa perasaan terluka atau ada hal yang dianggap pribadi, dan itu mungkin seharusnya tidak dianggap pribadi oleh penonton."
"Saya merasa orang-orang terkadang terlalu serius dalam menjalani hidup. Saya pikir dalam olahraga kami, seperti ada yang bilang kepada saya bahwa rata-rata usia orang yang menonton dan penggemar tenis itu sekitar 65 tahun."
"Kami perlu sedikit membawa hiburan ke dalam permainan. Saya rasa kita bisa mencoba untuk bercanda dan tertawa."
Collins bercanda dalam wawancara di lapangan tentang menggunakan uang hadiah untuk membiayai liburan mewah bersama teman-temannya, dan menegaskan bahwa dia tidak khawatir dengan dampak dari kontroversi yang terjadi.
"Saya tidak memiliki ego besar dalam hal ini," jelasnya.
"Sejujurnya, saya tidak peduli dengan apa yang ditulis tentang saya. Saya tidak peduli apa yang ditulis oleh seorang pria yang tinggal di ruang bawah tanahnya di internet. Anda tahu maksud saya?"
"Saya hanya berusaha bersenang-senang. Saya hanya berusaha menikmati hidup saya dan bersenang-senang dengannya. Semua teman-teman saya di tur tahu saya seperti apa. Mereka tahu saya hanya menjadi diri saya dan mencoba membuat humor dari situasi ini."
"Dan kemudian banyak teman-teman saya yang berkata, 'nah, apakah saya diundang ke kapal pesiar (tertawa)?' Banyak gadis-gadis di tur yang berkata, 'nah, kamu mengundang saya, kan?'"
"Itulah yang penting. Pada akhirnya, Anda tidak bisa menyenankan semua orang. Yang paling penting adalah teman-teman dan keluarga Anda dan apa yang mereka pikirkan."
"Tidak ada yang terluka. Itu yang utama. Ini olahraga. Saya rasa bercanda tidak selalu hal yang buruk." (Eurosport/Z-3)
Janice Tjen cetak sejarah di Australian Open 2026 usai tumbangkan Leylah Fernandez. Dukungan diaspora Indonesia di ANZ Arena jadi pemicu mental.
Analisis taktik Janice Tjen yang sukses menumbangkan pemain unggulan. Variasi pukulan dan kecerdasan lapangan jadi kunci utama.
Profil lengkap Leylah Fernandez, petenis unggulan Kanada yang dikalahkan wakil Indonesia Janice Tjen di putaran pertama Australian Open 2026.
JANICE Tjen kembali mengukir sejarah bagi tenis Indonesia di panggung dunia. Tampil sebagai debutan di Australia Terbuka, petenis asal Jakarta ini sukses melaju ke babak kedua.
“Senang bisa kembali lagi, ini jelas lapangan favorit saya,”
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved