Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia memecat Ketua Federasi Atletik Khadijo Aden Dahir karena diduga melakukan aksi nepotisme. Ia mengutus atlet lari perempuan yang tidak kompeten untuk mewakili negara di ajang FISU World University Games di Tiongkok.
"Dahir telah dipecat karena terlibat penyalahgunaan kekauasaan, nepotisme dan melakukan pencemaran nama baik negara," tulis kementerian dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Komite Olimpiade Somalia.
Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan pelari asal Somalia, Nasra Abukar Ali, viral di media sosial. Dia mencetak rekor paling lambat sepanjang masa dalam lomba lari 100 meter putri, dengan catatan waktu 21,81 detik.
Baca juga: Greysia Polii Ingin Jadi Inspirasi Generasi Muda untuk Meraih Mimpi
Ali juga dianggap tidak menunjukkan sikap kompetitif dalam pertandingan karena tertinggal sangat jauh dari lawan-lawannya.
Menteri Pemuda dan Olahraga Somalia Mohamed Barre Mohamud pun memohon maaf atas terjadinya hal tersebut. Ia mengatakan Ali bukanlah olahragawan atau pelari yang dipilih karena aksi nepotisme.
Baca juga: Bikin Bangga! Lead Ravianto Ramadhan Cetak Sejarah di Prancis
"Apa yang terjadi hari ini tidak mewakili rakyat Somalia," ujar Mahmoud. (AFP/Z-11)
TNI akan terus mendukung prajurit yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa melalui jalur olahraga.
Dengan adanya dana pensiun, para pejuang olahraga diharapkan memiliki jaminan finansial yang lebih stabil saat memasuki masa purnatugas.
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bonus bagi atlet berprestasi SEA Games ke-33 Thailand. Ia berpesan dana tersebut dijadikan tabungan, bukan sekadar upah.
Keberangkatan tim pada Selasa (6/1) itu mengusung misi krusial, yakni mengamankan tiket menuju Asian Games 2026 Nagoya, Jepang.
Laga pamungkas akan digelar Thailand National Sports University, Nong Mai Daeng, Chonburi, Thailand, Jumat petang (19/12) waktu setempat.
Atlet pencak silat Indonesia berhasil memenuhi target empat medali emas pada ajang SEA Games 2025 di Bangkok, Thailand.
Emilia Nova akhirnya kembali tampil di SEA Games setelah hampir tiga tahun menepi karena cedera lutut yang memaksanya menjalani dua kali operasi.
Seluruh hasil lelang jersei Robi Syianturi yang digunakan di SEA Games 2025 disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Emilia Nova tidak hanya berhasil merebut medali emas di nomor heptathlon (tujuh lomba), tetapi juga memecahkan rekor nasional yang telah bertahan selama delapan tahun.
Kemenpora menyebut target atletik di SEA Games tahun ini empat emas.
Hendro Yap sukses merebut medali emas dari nomor jalan cepat putra 20 km yang digelar di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok, Minggu (14/12).
Robi Syianturi mencatatkan waktu impresif 2 jam 27 menit 33 detik, meninggalkan jauh para pesaingnya di nomor maraton SEA Games 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved