Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ONS Jabeur, yang terpukul usai kalah di laga final Wimbledon, Sabtu (15/7), mengaku sangat berterima kasih atas pelukan yang diberikan Putri Kate.
Dalam momen yang mengharukan di Centre Court, istri putra mahkota kerajaan Inggris itu, memeluk Jabeur yang menangis saat menerima trofi runner-up Wimbledon.
"Dia tidak tahu apakah dia boleh memeluk saya tau tidak. Saya mengatakan saya selalu bersedia untuk dipeluk. Momen itu sangat indah dan dia selalu baik kepada saya," ujar Jabeur usai kekalahan kedua secara beruntun di final Wimbledon.
Baca juga : Anak-Anak Perempuan Tunisia Bermimpi Jadi Seperti Ons Jabeur
Ketika ditanya apa yang dikatakan Putri Kate kepadanya pascakekalahan 6-4 dan 6-4 dari Marketa Vondrousova, Jabeur mengatakan, "Sama seperti yang dia katakan tahun lalu.
"Dia meminta saya untuk tetap tabah, bangkit, dan memenangkan gelar Grand Slam, menjadi juara di Wimbledon. Dia sangat baik," lanjut Jabeur.
Jabeur kalah di tiga final Grand Slam yang dicapainya, menjadi petenis putri kedelapan yang melakukan hal itu. (AFP/Z-1)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Ons Jabeur memutuskan untuk rehat sejenak dari tenis pada Juli demi kesehatannya sendiri, mengatakan bahwa ia merasa tidak bahagia di lapangan "untuk beberapa waktu".
Petenis Tunisia, Ons Jabeur memutuskan rehat dari dunia tenis.
Ons Jabeur mengundurkan diri dari pertandingan putaran pertama Wimbledon kontra Viktoriya Tomova karena merasa kebugarannya tidak terlalu baik.
Jabeur mengalahkan unggulan ketujuh Jelena Ostapenko dalam dua set ketat, 7-6(4) dan 7-5.
Ons Jabeur kembali beraksi setelah pulih dari cedera bahu yang membuatnya absen selama empat bulan terakhir pada musim 2024.
Tempat Jabeur akan diisi oleh petenis Belgia Elise Mertens yang akan menghadapi Veronika Kudermetova di babak pembuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved