Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TYSON Fury mengaku batal pensiun dari tinju karena olahraga itu merupakan satu-satunya cara bagi dirinya untuk tetap waras.
Setelah mengalahkan Dillian Whyte di Wembley, April lalu, juara dunia tinju kelas berat WBC itu memutuskan untuk gantung sarung tinju.
Namun, petinju berusia 34 tahun itu membatalkan keputusannya itu beberapa kali sebelum memastikan akan mempertahankan gelar juara tinju kelas beratnya itu melawan sesama petinju Inggris Derek Chisora di Stadion Tottenham Hotspur, London, 3 Desember mendatang.
Baca juga: Fury Sebut Joshua Sudah Lewati Tenggat
Laga itu diputuskan setelah upaya Fury menantang sesama juara tinju kelas berat dunia Oleksandr Usyk dan sesama petinju Inggris Anthony Joshua gagal.
Dalam wawancara dengan BT Sport, Fury mengaku memutuskan kembali bertinju karena pensiun membuat dia merasakan apa yang dia rasakan kala secara mengejutkan mengalahkan Wladimir Klitschko pada 2015.
Kemenangan atas Klitshcko itu membuat Fury menjadi juara tinju kelas berat dunia WBA, IBF, dan WBO namun juga kemudian masalah alkohol dan narkoba yang berujung pada gangguan mental di muka publik.
"Setelah saya mengalahkan Dillian Whyte, April lalu, saya yakin memutuskan pensiun. Saya tidak pernah seyakin itu sebelumnya dalam hidup saya," ungkap Fury.
"Saya tidak bertinju selama beberapa bulan, menulis buku ketiga saya, dan menghasilkan lagu untuk Piala Dunia. Jadi, saya cukup sibuk. Namun, tanpa tinju, saya merasa tidak memiliki tujuan dalam hidup saya."
"Selama empat bulan pensiun, saya tidak pernah merasa kembali ke 2015, 2016, dan 2017. Saya kembali ke masa hidup saya yang membosankan, gelap, dan tampaknya tidak ada jalan keluar."
Dia menambahkan, "Saya kenbali bertinju bukan untuk merebut gelar juara atau uang. Saya kembali bertinju demi ini (sembari menunjuk kepalanya)."
"Tanpa tinju, saya merasa kondisi saya akan semkin memburuk dan saya tidak yakin akan tetap waras. Itu adalah faktanya dan saya berbicara dari hati. Saya tidak tahu bagaimana caranya berhenti bertinju," lanjutnya. (AFP/OL-1)
Meski peluang trilogi terbuka, jalan menuju status tak terbantahkan kini sedikit lebih rumit. Pasalnya, Oleksandr Usyk tidak lagi memegang gelar WBO.
Tyson Fury dan Anthony Joshua dilaporkan tengah dipersiapkan untuk saling berhadapan dalam mega duel yang telah lama ditunggu, sebagai bagian dari Riyadh Season pada tahun 2026.
Jake Paul sangat menghargai Tyson Fury yang mendukungnya untuk pertarungan melawan Anthony Joshua, saat ia tidak diragukan lagi akan menjadi underdog yang sangat diunggulkan.
Tyson Fury, yang berjuluk Gypsy King itu terakhir kali bertarung pada 21 Desember, ketika ia kalah dari Usyk di Riyadh.
Tyson Fury, 36, kehilangan gelar juara dunia tinju kelas berat versi WBC usai kalah angka Mei lalu dari Oleksandr Usyk, yang menjadi juara dunia sejati pertama dalam tempo 25 tahun.
Oleksandr Usyk mengalahkan Tyson Fury dengan kemenangan angka untuk menjadi juara dunia sejati pada 18 Mei lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved