Rabu 05 Oktober 2022, 13:20 WIB

Pemakaian Gas Air Mata Berlebihan, Kapolri Diminta Tindak Tegas Anggotanya

Bayu Anggoro | Olahraga
Pemakaian Gas Air Mata Berlebihan, Kapolri Diminta Tindak Tegas Anggotanya

MI/DEPI GUNAWAN
Ketua Partai Gelora Jawa Barat Haris Yuliana

 

KEPOLISIAN didesak mengusut tuntas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kali ini giliran Ketua DPW Gelora Jawa Barat Haris Yuliana yang meminta kasus tersebut diusut tuntas, karena harus ada yang bertanggungjawab.

"Saya merasa sedih dan turut berduka cita atas kejadian yang menimpa
para suporter Arema," katanya, Selasa (4/10).

Haris menilai penembakan gas air mata dalam mengatasi rusuh di stadion tersebut tidaklah tepat. "Secara aturan saja, FIFA sudah jelas melarang penggunaan gas air mata di stadion," ucapnya.

Terlebih, dia menilai kerusuhan terjadi di lapangan setelah pertandingan usai. "Tembakan gas air mata dilakukan secara membabi buta termasuk ditembakan ke tribun. Akibatnya, korban yang meninggal kebanyakan di tribun penonton, justru bukan suporter yang bertindak anarkistis."

Haris pun kembali mempertanyakan penembakan gas air mata oleh
kepolisian. "Para korban pasti panik dan ketakutan. Mereka datang ke
stadion untuk hiburan, bukan untuk ribut-ribut," tegas dia.

Oleh karena itu, Haris berharap Kapolri bertanggung jawab atas tindakan
anak buahnya yang dinilai berlebihan. "Saya berharap, Pak Kapolri bisa
bertindak tegas terhadap anggotanya yang telah menembakan gas air mata
ke tribun penonton," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Haris juga menyoroti kinerja PSSI yang
seharusnya bisa berkaca dalam setiap pertandingan liga. PSSI harus
bertanggung jawab atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.

"Kejadian suporter kehilangan nyawa di Liga Indonesia bukan hanya
sekali. Tapi berkali-kali. Ini seharusnya menjadi perhatian khusus
PSSI," tegasnya. (N-2)

Baca Juga

Instagram @alexzverev123

Zverev Bermain Kembali, Enam Bulan Pascacedera di Prancis Terbuka

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 09 Desember 2022, 08:45 WIB
Zverev, yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, meninggalkan lapangan Philippe Chartier di Paris, Juni lalu, menggunakan...
ANTARA/Zabur Karuru

Menpora Minta Lifter Muda Teladani Eko Yuli Irawan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 09 Desember 2022, 07:45 WIB
Eko, yang kini berusia 33 tahun, meraih dua medali perak dan satu medali perunggu di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022 di Bogota,...
ANTARA/Aditya Pradana Putra

Veddriq Leonardo, Apriyani Rahayu, Hingga Utut Adianto Raih Penghargaan Golden Awards Siwo

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 09 Desember 2022, 05:31 WIB
Atlet Terbaik Putra dianugrahkan kepada pemanjat tebing Veddriq Leonardo. Veddriq tahun ini berhasil mempertahankan prestasi sebagai juara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya