Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Mercedes meraih hasil terbaik mereka sejauh ini pada Formula 1 GP Prancis pekan lalu dengan sukses finis di peringkat kedua dan ketiga.
Menghadapi GP Hongaria akhir pekan ini, Lewis Hamilton berharap bisa lebih baik dan menambah rekor delapan kemenangannya di Sirkuit Hungaroring.
Juara dunia tujuh kali itu mampu finis kedua di belakang Max Verstappen (Red Bull Racing) di Sirkuit Paul Ricard pekan lalu dalam penampilannya di F1 yang ke-300. Rekan setimnya George Russell finis di peringkat ketiga.
Hasil itu menjadi podium ganda pertama Mercedes musim ini. Namun, Hamilton enggan berspekulasi di Hongaria nanti karena ia merasa Mercedes masih belum stabil.
Baca juga: Tim Ferrari Targetkan Dua Pembalapnya Bisa Finis 1-2 di Hongaria
"Tahun ini sangat membingungkan. Dari sudut pandang pengemudi, sangat sulit untuk memahami mobil, tetapi kami sekarang setidaknya sedikit lebih dan lebih menyenangkan untuk dikendarai," ujar Hamilton.
"Kami masih kurang performa di beberapa area seperti saat kualifikasi tetapi kami perlahan-lahan sampai di sana. Ini tentang terus-menerus menguranginya (kelemahan). Sayangnya, kami tidak dapat mengambil lompatan besar saat ini, tetapi siapa tahu?," imbuh pembalap 37 tahun itu.
Di Sirkuit Hungaroring yang berliku-liku, tidak ada pembalap lain yang bisa menandingi rekor Hamilton. Michael Schumacher sekalipun hanya menang empat kali di sana.
Hamilton menyadari setelah empat kali naik podium berturut-turut musim ini dia bakal menghadapi tantangan lebih berat untuk mempertahankan performanya.
Pasalnya, podium yang diraihnya di Prancis juga terbantu masalah yang dialami pembalap Ferrari, Charles Leclerc, yang tak bisa melanjutkan balapan meski memimpin. Carlos Sainz juga dihukum mengawali balapan dari belakang.
Hamilton menilai jet darat Mercedes musim ini masih kerap berubah-ubah performanya dan tidak dapat diprediksi dari satu sirkuit ke sirkuit lain. Bos Mercedes, Toto Wolff, juga mengakui hal itu.
"Saya tidak tahu apa yang diharapkan dari kami di Budapest. Kami memiliki harapan untuk bertarung di garis depan di Prancis, tetapi kami tidak melakukannya. Jadi saya tidak tahu apa yang akan diharapkan," ucap Wolff. (AFP/Dhk/OL-09)
Kolaborasi “From Heritage to Future” satukan budaya, keberlanjutan, dan olahraga di pentas dunia
BALAP Formula E akan kembali digelar di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, pada 21 Juni 2025. Adapun tahun ini menjadi ajang ketiga kalinya Jakarta menjadi tuan rumah.
Seluruh proses ini mengikuti arahan teknis dari FIA dan Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), guna memastikan lintasan memenuhi standar internasional.
Di Time Attack Round 2, Senna Iriawan berjaya dengan merebut juara pertama untuk Sekuya Racing di kategori Radical SR1.
Meikarta Speedway Festival 2024 (MSF24) telah menjadi salah satu acara andalan di kalender Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Jawa Barat.
SETELAH sukses pada 2023, ajang Fastlane Mandalika Track Day kembali digelar.
Lando Norris resmi mengamankan gelar Juara Dunia Formula 1 perdananya di GP Abu Dhabi. Para rival seperti Verstappen, Hamilton, Russell, Sainz hingga Piastri memberi selamat.
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton kembali kesulitan di kualifikasi F1 GP Qatar, finis di luar posisi depan dan mengaku mobil Ferrari sulit dikendalikan.
Lewis Hamilton mengungkapkan bahwa kondisi pengereman sangat sulit dikendalikan dan menyebabkannya dalam kondisi yang sering kehilangan kendali di GP Las Vegas.
Rumor mengenai masa depan Hamilton mulai mencuat setelah penampilan mengecewakan di GP Meksiko bulan lalu.
Semenjak didatangkan Ferrari, awal musim ini, Lewis Hamilton belum memenangkan satu pun balapan hingga seri ke-20 musim ini.
Max Verstappen mengaku menghadapi akhir pekan yang berat di GP Meksiko 2025 setelah hanya mampu start dari posisi kelima.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved