Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN juara Wimbledon asal Jerman, Boris Becker dinyatakan bersalah atas empat tuduhan yang berkaitan dengan kebangkrutannya pada 2017. Demikian diputuskan pengadilan, Jumat (8/4).
Mantan petenis berusia 54 tahun itu dituduh menyembunyikan aset senilai jutaan pound, termasuk dua trofi Wimbledon. Hal itu dilakukannya untuk menghindari pembayaran utangnya.
Pengadilan London memutuskan Becker bersalah atas tindakan penghapusan properti, dua tuduhan karena gagal mengungkapkan harta warisan, dan menyembunyikan utang. Namun, ia dibebaskan dari 20 tuduhan lainnya.
Becker, yang tinggal di Inggris sejak 2012, dibebaskan sebelum dijatuhi hukuman di pengadilan yang sama pada 29 April. (AFP/OL-15)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Becker memenuhi syarat untuk dideportasi setelah dibebaskan karena dia bukan warga negara Inggris dan menerima hukuman penjara lebih dari 8 bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved