Kamis 21 Oktober 2021, 23:08 WIB

LADI Tunggak Biaya Uji Sampel Doping Ke Laboratorium Qatar

Widhoroso | Olahraga
LADI Tunggak Biaya Uji Sampel Doping Ke Laboratorium Qatar

AFP
Badan Anti-Doping Dunia (WADA)

 

SEKRETARIS Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry J Kono mengatakan pihaknya mulai menemukan titik terang terkait sanksi yang dijatuhkan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) terhadap Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI).

Seusai menghadiri rapat virtual yang dipimpin Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto, Kamis (21/10), Ferry yang masuk dalam Satgas Tim Percepatan Pelepasan Sanksi WADA mengatakan hasil pendalaman juga sementara ditemukan 24 pending matters yang perlu dipenuhi LADI, salah satunya menyangkut tunggakan biaya uji sampel doping ke laboratorium di Qatar. Tanggungan tersebut, lanjut Ferry, merupakan akumulasi dari kepengurusan LADI sebelumny.

"Detailnya tak dapat kami sebutkan, tetapi secara umum menyangkut hal administratif dan teknis. Kami mendorong LADI untuk menyelesaikan pending matters untuk mendapat status compliance (patuh) secepatnya," kata Ferry.

"Salah satu pending matters ada yang menyangkut tunggakan biaya ke laboratorium Qatar. Kenapa bisa ada tunggakan, kami pun masih mendalami. Tapi, situasi ini urgent sehingga pemerintah sepakat membayar dulu, sambil investigasi tetap berjalan dan LADI menyelesaikan hal-hal teknis yang perlu diselesaikan," ujarnya.

Indonesia saat ini memang belum memiliki laboratorium anti-doping yang memenuhi standar sehingga masih perlu mengirim sampel ke luar negeri, seperti Qatar.

Ferry meminta masyarakat agar tidak mudah terpancing kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya. KOI dan Kemenpora saat ini terus bekerja menghimpun informasi akurat dan mempercepat komunikasi dan sinergi dengan stakeholder di dalam negeri.

Selain memperkuat sinergi, satgas yang diketuai Raja Sapta Oktohari, ini juga sudah berada di Eropa untuk melakukan lobi. Salah satunya dengan Jerome Poivey, Ketua Hubungan Kelembagaan dan Pemerintahan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Pada awal Oktober, LADI mendapat teguran dari WADA karena tidak patuh dalam implementasi program uji doping yang efektif, yang membuat Indonesia terancam kehilangan hak-hak di olahraga internasional selama satu tahun ke depan. Selain dilarang mengibarkan bendera Merah Putih, Indonesia juga berpotensi tidak bisa menjadi tuan rumah regional, kontinental, hingga kejuaraan dunia atau ajang besar lainnya.

Padahal Indonesia akan menjadi tuan rumah sejumlah ajang internasional dalam waktu dekat, seperti Superbike World Championships di Mandalika, Lombok (November), tiga turnamen bulu tangkis BWF di Bali (November-Desember), dan MotoGP pada Maret 2022. (Ant/OL-15)

Baca Juga

AFP/ANDREJ ISAKOVIC

Verstappen Dinyatakan Paling Bersalah dalam Tabrakan dengan Hamilton 

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 Desember 2021, 10:49 WIB
Pengawas balapan mendapati Verstapen mengerem dengan tiba-tiba dan tidak menentu dan memutuskan sang pembalap paling bertanggung jawab...
Instagram @npcindonesia

Atlet Para Renang Indonesia Berhasil Lampaui Target di AYPG 2021

👤Ilham Ananditya 🕔Senin 06 Desember 2021, 10:14 WIB
Capaian para renang dinilai sangat mengejutkan, khususnya meraih medali emas. Pasalnya, target awal hanya merebut medali...
MI/Dok NPCI

Atlet-Atlet Putri Sumbang Medali Emas di Para Angkat Berat dan Boccia AYPG

👤Ilham Ananditya 🕔Senin 06 Desember 2021, 10:08 WIB
Medali emas di kelas 79 kg diraih Dwiska Afrilia Maharani. Disusul medali emas kedua yang dipersembahkan Elsa Dewi Saputri dari kelas +86...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya