Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UNGGULAN teratas Daniil Medvedev merebut mahkota ATP Masters 1000 keempatnya, Minggu sore waktu Toronto. Gelar itu dicapai melalui kemenangan di Canada Masters 2021 atas petenis Amerika Serikat Reilly Opelka 6-4, 6-3 di babak final.
Petenis peringkat dua dunia versi ATP itu menjadi pemain Rusia pertama yang menjuarai turnamen ATP 1000 lapangan keras.
"Tidak terbayangkan bisa memenangkan ini, namun sekarang saya punya empat kemenangan (ATP 1000) dari lima babak final. Saya senang dan ingin pencapaian lebih setelah mencapai titik ini di Kanada," kata Medvedev lewat laporan ATP Tour, Senin (16/8).
Sebelumnya, Medvedev juga menyingkirkan rekan senegara Opelka yaitu John Isner di babak semifinal. Isner yang dikenal sebagai salah satu petenis dengan servis terbaik tak bisa menghentikan strategi permainan Medvedev.
Di babak final, Medvedev kembali mengulangi strateginya dengan membuat umpan pukulan yang mengarah ke setiap sisi lapangan. Teknik ini memaksa Opelka untuk berlarian mengejar bola dan meninggalkan posisi bertahannya di baseline.
"Opelka memainkan beberapa poin yang sangat bagus. Dia berjuang sampai akhir, menyelamatkan break point di saat-saat penting," katanya.
Opelka menjadi petenis Amerika Serikat pertama yang mencapai final di Canada Masters sejak Mardy Fish di tahun 2011, dengan Andy Roddick orang Amerika terakhir yang memenangkan gelar di Kanada pada tahun 2003.
Ia menilai, permainan Opelka di babak final sangat mengesankan. Medvedev pun tahu bahwa bermain di babak final turnamen tingkat ATP 1000 pertama adalah hal sulit, namun Opelka bisa melaluinya dengan baik.
"Bermain di final ATP Masters pertama tidaklah mudah. Saya bermain (di level ATP 1000) untuk pertama kalinya di Kanada, dan saya hanya memenangkan tiga pertandingan," Medvedev mengungkapkan.
Kini Medvedev telah memenangkan 12 gelar di tingkat tur ATP, dengan 11 di antaranya diraih dengan susah payah. Dia memiliki rekor 4-1 di final Masters 1000, juga merebut piala di Cincinnati, Shanghai dan Paris. Satu-satunya kekalahan ia alami di babak final Canada Masters tahun 2019, dikalahkan Rafael Nadal pada turnamen yang saat itu berlangsung di Montreal. (Ant/OL-13)
Baca Juga: Daniil Medvedev Lolos Babak Final Canada Masters 2021
JANNIK Sinner menutup musim 2025 yang penuh gejolak dengan cara paling manis. Di hadapan publik Turin, Senin (17/11) WIB, petenis Italia itu mempertahankan gelar ATP Finals.
“Saya tidak pernah meremehkan lawan-lawan saya. Saya punya banyak hal untuk dipertaruhkan dan dia tidak, jadi saya harus berhati hati,”
Petenis Kanada Felix Auger-Aliassime melaju ke semifinal ATP Finals melawan petenis nomor satu dunia Carlos Alcaraz setelah mengalahkan petenis Jerman Alexander Zverev.
Jannik Sinner mengalahkan Ben Shelton 6-3 dan 7-6 (3), untuk mempertahankan catatan sempurnanya di ATP Finals.
Kemenangan itu menutup catatan sempurna Alcaraz 3-0 di Grup Jimmy Connors ATP Finals.
Alex de Minaur mempertahankan asa lolos ke semifinal ATP Finals dan kemudian mengakhiri mimpi Taylor Fritz di Turin, saat ia meraih kemenangan 7-6 (3) dan 6-3 di ATP Finals.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved