Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 menjadi tolok ukur federasi cabang olahraga menggelar turnamen di masa pandemi covid-19. Jepang sebagai penyelenggara dinilai sukses menjawab keraguan multiajang empat tahunan itu.
"Olimpiade Tokyo bisa jadi benchmark Federasi olahraga menggelar multievent maupun single event di masa pandemi seperti ini. Dengan segala keterbatasan Jepang bisa menggelar Olimpiade sampai akhir penutupan," kata Okto sapaan karibnya kepada Media Indonesia, Minggu (8/8).
Okto menjelaskan, Jepang sebagai penyelenggara menerapkan sistem protokol kesehatan dengan ketat namun tetap memperhatikan kenyamanan atlet.
"Dengan sistem protokol yang ketat, tetapi tetap manusiawi, tidak ada hal yang memberatkan atlet," jelasnya.
Baca juga : Ketua KOI dan Dubes Indonesia akan Hadiri Upacara Penutupan Olimpiade
Di sisi lain, Okto menyampaikan evaluasi akan dilakukan setelah kembali ke tanah air khususnya dari sisi peningkatan jumlah partisipasi dari atlet untuk bertanding ke olimpiade.
Sistem pembinaan menjadi poin penting yang ditekankan Okto setelah belajar dari negara-negara yang datang dengan kontingen besar.
"Dari grand design olahraga nasional sudah ada cetak biru yang menetapkan olimpiade menjadi tujuan akhir pembinaan prestasi," kata Okto
"Jadi perlu ada pemahaman, atlet yang berlaga di olimpiade itu pada dasarnya sudah menang. Mereka bisa jadi yang terbaik mewakili negara dari banyaknya atlet yang ada di dunia," lanjut Okto. (OL-2)
Anggota Komite Eksekutif KOI dituding menekan salah satu atlet kickboxing Indonesia.
Saat ini, pengurus sepak takraw sudah ditetapkan, yaitu Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI) periode 2025-2029 yang dipimpin Ketua Umum Surianto.
KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengakui telah menyepakati secara bersamaan soal target SEA Games 2025.
KOI menyampaikan secara terbuka dan diplomatis penjelasan mengenai situasi yang terjadi di Indonesia.
KOI memahami bahwa keputusan terkait penolakan visa terhadap atlet Israel membawa konsekuensi tersendiri dalam hubungan dengan IOC.
KOI menegaskan adanya konsekuensi tegas bagi atlet bulu tangkis yang terbukti terlibat dalam praktik pengaturan skor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved