Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ONS Jabeur gagal melaju ke semifinal Wimbledon. Namun, dia mengaku merasa bangga dan terhormat bisa mewakili Afrika di turnamen tenis Grand Slam itu.
Mimpi Jabeur dipupuskan oleh Aryna Sabalenka setelah unggulan kedua asal Belarus itu meraih kemenangan 6-4 dan 6-3 dalam tempo 74 menit.
Meski begitu, Jabeur mengaku mengambil banyak hal positif dari raihannya selama beberapa pekan terakhir, termasuk menjadi petenis putri Arab pertama yang menjadi juara WTA, di Birmingham.
Baca juga: Barty Melaju ke Semifinal Wimbledon
Petenis Tunisia itu kemudian mengalahkan tiga mantan juara Grand Slam, Venus Williams, Garbine Muguruza, dan Iga Swiatek, untuk mencapai perempat final Grand Slam keduanya.
"Saya merasa sangat terhormat," ujar Jabeur mengenai mewakili Afrika di kejuaraan olahraga akbar seperti Wimbledon.
"Mewakili sebuah benua adalah hal yang sangat penting bagi saya. Karenanya, saya berusaha bersikap baik dan menjadi teladan bagi generasi yang akan datang."
"Saat ini, kami di Tunisia menghadapi masalah besar dengan covid-19 dan hal lainnya. Saya senang bisa memberikan hal positif untuk warga di sana," lanjutnya.
Jabeur kembali kalah di perempat final Grand Slam keduanya setelah Australia Terbuka 2020. Meski begitu, petenis berusia 26 tahun itu sukses mewujudkan mimpinya untuk mendorong, perempuan Arab, terutama yang berasal dari Afrika Utara, untuk terjun ke dunia tenis.
"Saya tahu, sejak 2011, ketika saya menjadi juara Roland Garros junior, akan ada banyak perempuan muda yang ingin bermain tenis. Saya merasa mengirimkan pesan besar dengan membawa nama negara saya sebisa mungkin," papar Jabeur.
"Saya rasa, saat ini, banyak dari mereka bermimpi lebih besar dan ingin meniru langkah saya," pungkasnya. (AFP/OL-1)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Ons Jabeur memutuskan untuk rehat sejenak dari tenis pada Juli demi kesehatannya sendiri, mengatakan bahwa ia merasa tidak bahagia di lapangan "untuk beberapa waktu".
Petenis Tunisia, Ons Jabeur memutuskan rehat dari dunia tenis.
Ons Jabeur mengundurkan diri dari pertandingan putaran pertama Wimbledon kontra Viktoriya Tomova karena merasa kebugarannya tidak terlalu baik.
Jabeur mengalahkan unggulan ketujuh Jelena Ostapenko dalam dua set ketat, 7-6(4) dan 7-5.
Ons Jabeur kembali beraksi setelah pulih dari cedera bahu yang membuatnya absen selama empat bulan terakhir pada musim 2024.
Tempat Jabeur akan diisi oleh petenis Belgia Elise Mertens yang akan menghadapi Veronika Kudermetova di babak pembuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved