Kamis 10 Juni 2021, 12:55 WIB

Gagal Pertahankan Gelar Prancis Open, Swiatek Fokus ke Olimpiade

Rifaldi Putra Irianto | Olahraga
Gagal Pertahankan Gelar Prancis Open, Swiatek Fokus ke Olimpiade

MARTIN BUREAU / AFP
Juara bertahan Prancis Terbuka 2020, Iga Swiatek (kanan) memberi selamat kepada Maria Sakkari dari Yunani yang mengalahkannya.

 

UPAYA petenis putri Polandia Iga Swiatek mempertahankan gelar Prancis Terbuka kandas pada Rabu, (9/6) waktu Paris.

Saat menghadapi petenis Yunani Maria Sakkari di babak perempat final, Swiatek gagal merebut tiket semifinal dan kalah dengan skor 4-6 dan 4-6.

Setelah berjuang selama 1 jam 35 menit, Swiatek harus mengakui keunggulan Sakkari.  Bahkan rekor Swiatek yang tak terkalahkan satu set pun sejak Roland Garros lalu pun berakhir.

"Ya jelas saya tidak memainkan tenis terbaik saya. Maria melakukan pekerjaan dengan baik, ia memanfaatkan forehand saya yang tidak bekerja dengan baik hari ini. Bagus baginya karena melihat kekurangan saya, dia memiliki taktik yang bagus," ucap Swiatek dikutip dari WTA, Kamis (10/6).

"Pujian untuknya karena dia membuat saya benar-benar merasa buruk. Dia melakukan permainan dengan baik hari ini," imbuhnya.

Meski gagal mempertahankan gelar grand slam Prancis Terbuka, namun petenis berusia 20 tahun itu mengaku tetap bangga atas kerja kerasnya sejauh ini yang telah melenggang hingga babak perempat final.

"Tahun ini saya mendapatkan lebih banyak tekanan. Tetapi saya juga melakukanya dengan baik karena sudah mencapai perempat final dan itu adalah pencapaian yang baik," sebutnya.

"Saya telah menunjukkan konsistensi pada permainan saya, jelas saya tahu bahwa saya bisa bermain lebih baik dari hari ini. Tapi yang paling penting sekarang adalag mengambil pelajaran dari pertandingan ini, dan jangan biarkan itu terjadi lagi," tuturnya.

Dengan turnamen grand slam Wimbledon yang akan dimulai kurang dari tiga pekan lagi,  Swiatek mengatakan bahwa ia tak berharap banyak dengan turnamen lapangan rumput itu. Ia justru menyebutkan bahwa fokus selanjutnya adalah Olimpiade Tokyo yang akan dimainkan di lapangan keras pada Juli mendatang.

Swiatek adalah juara junior Wimbledon pada tahun 2018 lalu. Dia akan kembali berkaga memainkan untuk kedua kalinya dalam kariernya di turnamen yang digelar di Inggris itu pada akhir bulam Juni 2021 ini.

Terlepas dari kesuksesan juniornya, Swiatek mengatakan dirinya hanya ingin bersenang-senang di sana.

"Olimpiade adalah tujuan saya berikutnya, karena saya tidak tahu bagaimana permainan saya di lapangan rumput," jelas Swiatek

"Saya bahkan tidak tahu apakah saya ingat bagaiman bermain di (lapangan) rumput, jadi saya tidak menaruh harapan di sana dan saya hanya akan bersenang-senang," sambungnya.

Adapun atas kekalahan Swiatek di babak perempat final Roland Garros, dapat dipastikan juara grand slam Prancis Terbuka 2021 untuk sektor tunggal putri akan memiliki juara baru.

Saat ini sudah ada empat semifinalis yang bersiap merebut gelar grand slam Prancis Terbuka pertama mereka yakni Maria Sakkari (Yunani), Barbora Krejcikova (Ceko), Anastasia Pavlyucenkova (Rusia) ,dan Tamara Zidansek (Slovenia). (Rif/WTA/OL-09)

Baca Juga

Antara/Aditya Pradana Putra.

Kunci Keberhasilan Fajar/Alfian Rebut Tiket Perempat Final Prancis Terbuka

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 20:33 WIB
Tampil percaya diri sepanjang pertandingan, Fajar/Rian mengungkapkan kunci rahasia mereka merebut kemenangan pada pertandingan kali...
AFP

Taklukkan LA Lakers, Thunder Raih Kemenangan Pertama

👤Ilham Ananditya 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 15:09 WIB
Dalam pertandingan yang berlangsung di Paycom Center, LA Lakers ternyata kesulitan mengatasi tuan rumah Oklahoma City Thunder dengan skor...
Dok Kolektible

IBL NFT, Inovasi Terbaru dari IBL Untuk Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 14:35 WIB
NFT menjadi momentum bagi IBL dan bagi masyarakat bola basket, mengadaptasi ini menjadi sesuatu yang lebih besar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya