Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kompetisi Olahraga Dilarang Digelar di Zona Merah

Akmal Fauzi
25/6/2020 19:40
Kompetisi Olahraga Dilarang Digelar di Zona Merah
Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot S Dewa Broto(MI/Angga Yuniar)

TIM Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta kepada induk cabang olahraga yang akan melanjutkan kompetisi atau kejuaraan untuk tidak dilakukan di wilayah yang masih mengkhawatirkan penyebaran covid-19 (zona merah).

Hal itu disampaikan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot S Dewa Broto, yang mendampingi, perwakilan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) serta Direktur Indonesian Basketball League (IBL) bertemua Tim Gugus Tugas di Kantor BNBP, Jakarta, Kamis (25/6).

Baca juga: Perhatian, 32 Ruas CFD Hanya untuk Pesepeda

Gatot mengatakan, Tim Gugus Tugas yang diwakili Deput 1 Badan Nasional Penanggulanan Bencana Nasional (BNPB) Bernardus Wisnu Widjaja menekankan para pemangku kepentingan bidang olahraga tetap harus memperhatikan realita, bahwa penyebaran covid-19 ini masih terus berlangsung, sangat dinamis dan belum dapat dipastikan kapan akan berakhir pandeminya.

“Event dan kompetisi olahraga di manapun berada di Indonesia harus dipastikan tidak berlangsung di zone yang masih mengkhawatirkan penyebaran covid-19 nya, sehingga wajib dibutuhkan koordinasi dengan pihak Gugus Tugas daerah setempat dan instansi yang terkait,” kata Gatot menyampaikan hasil pertemuan, Kamis (25/6).

Selain itu, kata dia, kompetisi atau kejuaraan tertutup kemungkinan yang semula direncanakan atau sedang berlangsung diminta dihentikan kelanjutannya jika ditemukan adanya positif covid-19.

“Point ini intinya mendorong agar suatu event tidak menjadi klaster baru,” jelasnya.

Gatot menambahkan, sesuai Surat Edaran Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, disarankan pada setiap penyelenggaran event olahraga mengutamakan penjualan tiket secara online dan mendorong penggunaan media streaming secara live sehingga mengurangi potensi kerumuman yang tinggi pada suatu event tertentu.

Sementara, bagi tim atau atlet beserta official yang akan melakukan pertandingan ke luar negeri, maka saat berangkat tetap diwajibkan mengikuti tes PCR.

“Sebaliknya, saat kembali ke Indonesia harus mengikuti prosedur screening Covid-19 atau PCR yang jauh lebih ketat dan dikarantina, supaya tidak membawa kemungkinan virus dari luar negeri. Meskipun sudah ada dokumen clear and clean dari luar negeri, itu tidak cukup bagi otoritas di Indonesia,” kata Gatot. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya