Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH pencak silat diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, Indonesia memiliki tugas untuk bisa mengembangkan seni bela diri tradisional yang satu ini. Pasalnya, perjuangan Indonesia belum berhenti di sini saja, apalagi jika bersinggungan dengan olahraga.
Pengamat Olahraga Djoko Pekik menyatakan, Indonesia harus menentukan langkah ke depan untuk bisa lebih memasyarakatkan pencak silat. Bukan hanya di Indonesia, tapi juga harus bisa melakukan sosialisasi secara global.
"Saya kira kita bersyukur bahwa pencak silat merupakan aset yang diakui dunia. Kemudian, tentu kita harus menentukan langkah ke depan yang akan kita lakukan. Dalam hal ini, kita harus melakukan pembinaan yang lebih masif. Ini kan masih budaya, dan tentunya akan bersinggungan dengan prestasi olahraga," ungkapnya kepada Media Indonesia, Jumat (13/12).
Baca juga: Jadi Warisan tak Benda, Pencak Silat Diperjuangkan ke Olimpiade
Dalam hal ini, Djoko lebih spesifik mengatakan bahwa IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) memiliki tugas paling utama untuk memasyarakatkan pencak silat.
"Sekarang pencak silat sudah menjadi salah satu instrumen pembangun karakter bangsa. Dalam hal prestasi kita harus mengawal sehingga semua multievent internasional bisa dipastikan terdapat olahraga pencak silat," lanjut Djoko.
Mengingat saat ini, pencak silat sudah selangkah lebih maju dengan berhasil dipertandingkan di ajang Asian Games 2018, namun, hal itu terjadi lantaran Indonesia memiliki status sebagai tuan rumah.
Hal yang harus dilakukan tentunya mempertahankan status pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingakan di Asian Games. Diharapkan pada Olimpiade 2032, pencak silat sudah bisa menggaungkan namanya sebagi cabang olahraga yang dipertandingkan.
"Kita nggak bisa melakukan pembinaan internal saja. Tapi juga haru melakukan support di negara lain. Kalau kita hanya fokus membina Indonesia saja, nanti tidak akan ada peserta pencak silat di Olimpiade. Ini jadi tugas dan pekerjaan rumah buat kita bersama," pungkasnya. (OL-8)
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Muhammad Zaki Zikrillah Prasong mengakhiri kiprahnya di SEA Games 2025 dengan merebut emas nomor tanding putra kelas C 55-60 kg.
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
PB IPSI tidak membebani para atlet dengan target medali di ISG kali ini.
Keikutsertaan Indonesia di AYG dan ISG bukan semata untuk berkompetisi, melainkan juga sebagai upaya diplomasi olahraga.
Pembukaan PON Bela Diri 2025 disemarakkan dua pesilat kawakan Indonesia yang juga dikenal di panggung internasional, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved