Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK mempermudah mobilisasi para atlet dan ofisial selama berlaga di SEA Games 2019 Filipina, 30 November-11 Desember nanti, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, telah menyiapkan empat tim khusus untuk mengawal atlet.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Okto sapaan akrabnya, saat ditemui di konferensi pers kerjasama KOI dengan Gojek di kompleks Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (18/11).
“Sudah menunjuk CdM (Ketua Kontingen) melalui SK Kemenpora. Rencananya tim CdM yang dipimpin oleh Harry Warganegara dibagi empat tim yang akan memfasilitasi atlet selama di Filipina,” tutur Okto.
SEA Games di Filipina sendiri akan diadakan di empat kota, yakni di Manila, New Clark City, Subic, dan Tarlac.
Baca juga : Sinergitas Pusat dan Daerah harus Dikembangkan untuk Olahraga RI
Mengingat jarak tempuh dari kota ke kota yang cukup jauh, Okto menjamin seluruh atlet akan termobilisasi dengan baik tanpa hambatan selama di Filipina.
Menurutnya, tim CdM sudah berpengalaman untuk menangani kebutuhan para atlet dan ofisial ke berbagai kota.
Sementara itu, Okto mengaku kebutuhan anggaran untuk memberangkatkan atlet dan ofisial telah tertutup berkat tambahan dari pemerintah dan pihak sponsor.
Sebelumnya, KOI meminta tambahan anggaran sebesar Rp17 miliar sehingga total menjadi Rp64 miliar. Namun, Kementerian Pemuda dan Olahraga, hanya menyanggupi tambahan sebesar Rp59,6 miliar.
Adanya tambahan dana dari sponsor, membuat kebutuhan anggaran untuk ofisial dan atlet telah tertutup. (Ol-7)
Anggota Komite Eksekutif KOI dituding menekan salah satu atlet kickboxing Indonesia.
Saat ini, pengurus sepak takraw sudah ditetapkan, yaitu Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI) periode 2025-2029 yang dipimpin Ketua Umum Surianto.
KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengakui telah menyepakati secara bersamaan soal target SEA Games 2025.
KOI menyampaikan secara terbuka dan diplomatis penjelasan mengenai situasi yang terjadi di Indonesia.
KOI memahami bahwa keputusan terkait penolakan visa terhadap atlet Israel membawa konsekuensi tersendiri dalam hubungan dengan IOC.
KOI menegaskan adanya konsekuensi tegas bagi atlet bulu tangkis yang terbukti terlibat dalam praktik pengaturan skor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved