Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Juara bertahan dan pemegang empat gelar turnamen grand slam lapangan rumput Wimbledon Novak Djokovic mengungkapkan rasa kecewanya terhadap sikap Robert Bautista. Petenis nomor satu asal Serbia itu kesal dengan ulah petenis asal Spanyol pada laga semifinal Wimbledon 2019.
Pada laga semifinal yang berlangsung di All England Lawn Tennis & Croquet Club, London, Inggris, Jumat (12/7), Bautista yang menempati rangking 22 dunia menunjukkan sikap yang tidak hormat.
Pada laga yang akhirnya dimenangi Djokovic dengan skor 6-2, 4-6, 6-3, dan 6-2, Bautista kerap mengganti raket. Tak hanya itu, petenis 'Negeri Matador' justru meminta wasit untuk memperingatkan para penonton yang menertawakannya agar berhenti tertawa saat poin diraih.
Bautista juga bertingkah dengan menuntup telinga dengan kedua tangannya saat meraih poin. Ulahnya bukan itu saja, petenis berusia 31 tahun itu menempelkan telunjuknya di bibirnya agar para penonton diam.
"Saya tidak bermaksud apapun. Lihat, saya fokus pada apa yang perlu saya lakukan," ucap Djokovoc yang di final akan bertemu dengan unggulan kedua Roger Federer dari Swiss yang juga pemegang delapan gelar Wimbledon pada Minggu (14/7) waktu setempat.
"Kami memahami hal itu. Tetapi saya memiliki cukup dukungan di sini selama bertahun-tahun, makanya saya tak pernah mengeluh," papar petenis Serbia yang berusia 32 tahun tersebut.
Djokovic menegaskan bahwa kejadian di lapangan itu hal yang alami dan memang bisa membuat emosi naik turun. "Tak ada hal yang tak biasa. "Anda akan mengalami momen perasaan seperti ini khususnya di laga besar seperti ini sepanjang masa," papar Djokovic yang kecewa dengan gaya Bautista. (AFP/Drd)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved