Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KIPRAH apik Coco Gauff sukses menarik perhatian di Wimbledon. Petenis berusia 15 tahun itu menjadi petenis termuda yang mencapai babak ketiga Wimbledon setelah Jennifer Capriati yang berhasil mencapai semifinal pada 1991.
Di Wimbledon kali ini, petenis Amerika Serikat (AS) itu belum kehilangan satu set pun setelah bermain di lima laga, tiga di antaranya di babak kualifikasi.
Di laga babak utama. servis Gauff hanya dipatahkan sekali dan dia hanya melakukan 18 unforced errors.
Gauff mengaku tidak ada yang berubah pascakiprah apiknya di Wimbledon, Petenis remaja itu mengaku menenangkan diri dengan menonton video tips make-up dan lelucon di Youtube.
Namun, Gauff mengakui ponselnya kini ramai dengan ucapan dukungan dari banyak orang.
Baca juga: Gauff belum Terhenti
"Salah satunya datang dari (aktris) Navia Robinson. Adik saya menonton salah satu film dia," kata Gauff.
"Storm Reid, aktor lainnya, berperan di serial baru berjudul Euphoria," imbuh petenis berusia 15 tahun itu ketika ditanya wartawan siapa saja yang mengirimkan ucapan dukungan untuknya.
"Media sosial membuat saya santai sebelum laga. Seca khusus bukan Instagram. Saya hanya menonton video Youtube sebelum laga. Itu membuat saya tertawa dan tenang," ungkap Gauff.
Di babak 32 besar, Gauff akan berhadapan dengan petenis peringkat 60 dunia asal Slovenia Polona Hercog. (AFP/OL-2)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved