Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
COCO Gauff melanjutkan kiprah apik dalam debutnya di Wimledon ketika dia pada Rabu (3/7) menjadi petenis termuda sejak 1991 yang berhasil mencapai putaran ketiga,
Gauff, yang baru berusia 15 tahun dan tampil di Wimbledon lewat babak penyisihan, di putaran pertama, membuat kejutan dengan menyingkirkan jawara Wimbledon lima kali Venus Williams.
Petenis Amerika Serikat (AS) itu kemudian membuktikan kemenangannya atas Williams bukan kebetulan setelah petenis peringkat 313 dunia itu mengalahkan semifinalis Wimbledon 2017 Magdalena Rybarikova 6-3 dan 6-3.
Baca juga: Tekuk Tomljanovic, Azarenka ke Putaran Ketiga Wimbledon
Gauff menjadi petenis termuka yang mencapai babak 32 besar setelah Jennifer Capriati, juga berusia 15 tahun, mencapai babak semifinal, 28 tahun lalu.
"Saya bermain apik terutama saat nilai-nilai penting," ujar Gauff.
"Saya hanya sedikit terkejut bisa berada di sini. Saya optimistis bisa mengalahkan siapa pun. Jika saya tidak yakin, saya tidak layak bertanding di sini," imbuhnya. (AFP/OL-2)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved