Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA petenis muda, Stefanos Tsitsipas dan Alexander Zverev, secara mengejutkan tersingkir pada putaran pertama Wimbledon , yang berlangsung pada Selasa (2/7) dini hari WIB.
Petenis Yunani Tsitsipas memasuki turnamen ini dengan status sebagai salah satu favorit untuk merusak dominasi 'Tiga Besar' (Novak Djokovic, Rafael Nadal, dan Roger Federer). Namun, yang terjadi adalah ia takluk 4-6, 6-3, 4-6, (8)7-6, dan 3-6 dari petenis Italia Thomas Fabbianno yang tampil gemilang di Lapangan Dua.
Tsitsipas menggagalkan dua match point pada tiebreak set keempat, namun Fabbiano bermain tanpa kenal lelah dan ketika ia mematahkan serve lawan pada gim ketujuh set penentuan, kekalahan semakin dekat bagi petenis Yunani tersebut.
"Saya tidak akan layak mendapatkan kemenangan pada hari ini, bahkan meski saya menang, karena saya tidak bermain baik," aku petenis 20 tahun itu, yang mencapai semifinal Australia Terbuka tahun ini setelah menaklukkan Roger Federer, kepada para pewarta.
Baca juga: Kevin Anderson Lupakan Masa Lalu
Setelah Tsitipas, Zverev menyusul angkat koper setelah disingkirkan petenis kualifikasi asal Rep Ceko Jiri Vesely dengan skor 6-4, 3-6, 2-6, dan 5-7.
Petenis 22 tahun itu terlihat akan mengamankan kemenangan ketika ia memenangi set pertama. Namun, di luar perkiraan, Vesely justru mampu bangkit.
Zverev tergelincir saat melakukan serve pada kedudukan 6-5, 30-15 di set keempat, membuat lawannya mendapatkan dua match point, dan bola voli backhandnya mengenai net untuk memastikan ia harus tersingkir lebih awal.
"Ini seperti pertandingan Grand Slam biasa bagi saya. Saya memulainya dengan baik, kemudian satu-dua hal tidak berjalan mulus, dan semuanya sedikit-sedikit menjadi berantakan," tuturnya. (OL-2)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved