Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menaruh harapan besar kepada pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo agar bisa mengharumkan nama Indonesia di Piala Sudirman 2019.
Pasalnya, di sejumlah turnamen sebelumnya, The Minions (julukan Marcus/Kevin) belum bisa memperlihatkan performa terbaiknya. Namun hal itu bukan alasan bagi mereka tidak bisa berjuang di Piala Sudirman yang akan digelar di Nanning, Tiongkok, pada 19 hingga 26 Mei mendatang.
Oleh karena itu, Imam berharap, Marcus/Kevin bisa kembali bangkit dan memperlihatkan kehebatannya di lapangan.
“Pengalaman di turnamen sebelumnya tentu bisa menjadi pengalaman mereka untuk bangkit,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Rabu (8/5).
Menurut Imam, Marcus/Kevin diminta jangan berpuas diri dengan sejumlah gelar yang telah diraih di turnamen sebelumnya.
“Harus tetap berjuang. Kemenangan dan kekalahan yang pernah diraih harus menjadi pemicu untuk terus semangat,” ujarnya.
Baca juga: Minions Tak Mau Target Menjadi Beban di Piala Sudirman
Dalam pernyataan ini, Menpora juga menaruh harapan kepada pasangan ganda campuran senior Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.
Ia berharap, The Daddies (julukan Hendra/Ahsan) bisa terus berprestasi meski tidak muda lagi.
“Dan yang penting tetap memotivasi para pemain muda yang kini berada di pelatnas,” tandas Imam.
Hendra/Ahsan memang memiliki segudang prestasi yang membanggakan Tanah Air. Meski sudah tidak bergabung di pelatnas PBSI. Keduanya masih sangat diharapkan mengharumkan nama baik Indonesia.
Diketahui, Indonesia akan berlaga pada Piala Sudirman 2019 di Nanning, Tiongkok, 19-26 Mei mendatang.
Tim Indonesia terdiri dari 12 pemain putra dan 8 pemain putri, termasuk pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Sebelumnya memang performa Marcus/Kevin tak maksimal pada sejumlah turnamen terakhir BWF World Tour 2019.
Mereka tersisih sebelum mencapai laga final pada All England Terbuka, Malaysia Terbuka, Singapore Terbuka, serta kalah pada final Kejuaraan Asia.
Namun itu bukan patokan untuk berhenti berjuang dan merebut gelar. (A-5)
Jika Indonesia Arena tidak memungkinkan, pemerintah juga membuka opsi penggunaan venue alternatifuntuk Piala Sudirman dan Piala Thomas-Uber.
Indonesia memiliki rekam jejak yang baik dalam menyelenggarakan berbagai event olahraga internasional.
Hasil di Piala Sudirman 2025 bisa menjadi tolok ukur kemajuan dan proses yang sudah berada dalam jalur yang benar.
Taufik Hidayat memastikan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bakal melakukan evaluasi atas kegagalan bulu tangkis Indonesia di Piala Sudirman 2025.
Alwi Farhan menjadi salah satu nama yang diprediksi melejit setelah tampil menawan dengan menumbangkan andalan Denmark Anders Antonsen di babak grup Piala Sudirman 2025.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat menekankan bahwa untuk meraih prestasi dalam sebuah turnamen, terutama di tingkat global, membutuhkan proses Panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved