Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMANAH nasional Riau Ega Agatha terus mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan dunia di Hertogenbosch Belanda pada pertengahan Juni mendatang.
Turnamen ini dirasa penting karena menjadi pintu pertama bagi Ega dan pemanah Indonesia lain untuk mendapatkan tiket Olimpiade Tokyo 2020 lebih awal.
Jika mengalami kegagalan, Ega pun mengaku harus bekerja lebih keras di di kejuaraan selanjutnya untuk mendapatkan tiket tersebut.
"Rencananya dapat tiket dulu di turnamen yang ada perhitungan poin praolimpiade. Yang pertama bulan Juni ini. Kalau bisa langsung dapat tiket, kita fokus Olimpiade. Kalau lepas ya harus kejar di kejuaraan yang lain dan itu lebih berat," kata Ega di Jakarta, Kamis (7/2).
Berdasarkan aturan Federasi Panahan Dunia, setiap negara dapat mengirimkan enam atletnya yang terdiri tiga putra dan putri di setiap kejuaraan praolimpiade.
Baca juga : Pemanah Indonesia akan Berguru di Korea Selatan
Kualifikasi Olimpiade cabang olahraga panahan terdiri dari beberapa kejuaraan dunia yang akan digelar secara sporadis dari pertengahan 2019 hingga jelang Olimpiade digelar.
Setiap atlet juga harus menembus skor kualifikasi minimum, yakni 640 poin di kelas putra dan 605 poin di nomor putri.
Selain untuk memburu tiket Olimpiade, pemanah Diananda Choirunisa menilai keikutan mereka di kejuaraan dunia erat kaitannya untuk memperbaiki ranking.
Peraih medali perak di ajang Asian Games 2018 ini menduduki peringkat ke-31 saat ini. Sedangkan, Ega di ranking 20 pada kelasnya.
"Di cabang olahraga panahan ada empat kali seri kejuaraan dunia. Kami inginnya ikut terus karena bisa meningkatkan peringkat juga," ujar pemanah 20 tahun ini.
Latihan yang lebih intensif akan terus digencarkan untuk mencapai target medali di ajang Olimpiade.
Perlu diketahui, kontingen Indonesia dari cabor panahan baru sekali mempersembahkan medali di kejuaraan multievent terbesar di dunia itu.
Momen tersebut terjadi pada Olimpiade Seoul 1988 berkat trio pemanah putri nasional Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuman Wardhani menyabet medali perak.
"Memang latihannya harus lebih serius lagi. Sebab Asian Games saja kemarin sudah berat, apalagi Olimpiade. Meski didominasi Asia, tapi tak menutup kemungkinan ada negara di luar Asia yang lebih berat lagi," tutupnya. (OL-8)
Selama ini, dinamika keluar masuk atlet Pelatnas di akhir tahun berfungsi sebagai instrumen evaluasi.
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) resmi mengumumkan hasil evaluasi rutin pelatnas yang berujung pada penyesuaian atlet
TUNGGAL putra Indonesia Alwi Farhan meraih gelar juara Makau Terbuka 2025 usai menundukkan wakil Malaysia, Justin Hoh.
Eng Hian mengatakan bahwa Marleve memilih mundur karena alasan pribadi. Posisinya akan digantikan Harry Hartono.
Atlet-atlet Rusia memiliki kapasitas dan kualitas yang lumayan bagus.
Pihak penyelenggara juga membuka peluang bagi atlet pelatnas untuk turut serta dalam lomba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved