Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai 95,11% dari Target

Naviandri
03/4/2026 13:35
Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai 95,11% dari Target
Sidang Paripurna DPRD Kota Bandung, Senin (30/3).(Dok.Diskominfo Kota Bandung)

 

PEMERINTAH Kota Bandung melaporkan realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2025 belum mencapai target yang ditetapkan. Dari target Rp7,577 triliun, pendapatan yang berhasil dihimpun sebesar Rp7,207 triliun atau 95,11%.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan hal tersebut dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 pada Sidang Paripurna DPRD Kota Bandung, Senin (30/3).

“Realisasi pendapatan daerah Kota Bandung tahun 2025 mencapai Rp7,207 triliun atau 95,11% dari target Rp7,577 triliun dan belum mencapai target,” ujar Farhan.

Pendapatan daerah tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3,791 triliun atau 91,46% dari target, pendapatan transfer Rp3,367 triliun atau 98,13%, serta lain-lain pendapatan sah yang terealisasi 100%. Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp7,490 triliun atau 89,73% dari total anggaran Rp8,347 triliun.

Di sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bandung mencapai 84,66 poin, masuk kategori tinggi dan melampaui rata-rata Jawa Barat maupun nasional yang berada di angka 75,90.

Sejumlah indikator pendukung juga menunjukkan capaian positif, di antaranya usia harapan hidup 76,30 tahun, rata-rata lama sekolah 11,41 tahun, harapan lama sekolah 14,27 tahun, serta pengeluaran per kapita Rp19,28 juta per tahun.

Farhan menyebut kinerja ekonomi Kota Bandung sepanjang 2025 menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,29%, melampaui target 5,1%.

“Kinerja ekonomi Kota Bandung juga menunjukkan perbaikan signifikan. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,29%, melampaui target 5,1%. Meski sedikit di bawah capaian Provinsi Jawa Barat, ini wajar karena struktur ekonomi Bandung lebih didominasi sektor jasa dan konsumsi. Ini menunjukkan ekonomi kota tetap kuat dan adaptif,” katanya.

Di sektor investasi, realisasi mencapai Rp11,92 triliun atau 107,61 persen dari target Rp11,07 triliun. Capaian ini dinilai mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Bandung.

Sementara itu, di sektor lingkungan, penurunan emisi karbon tercatat sebesar 194.150 ton CO2 ekuivalen atau 270,44% dari target. Indeks kualitas lingkungan hidup juga mencapai 58,42, melampaui target yang ditetapkan, serta indeks kelayakan kota berada di angka 8,34 poin.

Farhan menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel. “Komitmen Pemkot Bandung dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan inovatif terus ditingkatkan, seiring tren peningkatan indeks reformasi birokrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan kota juga diarahkan menjadi lebih inklusif, adil, dan toleran, dengan penguatan sektor ekonomi kreatif serta digitalisasi.

Menutup laporannya, Farhan berharap DPRD Kota Bandung dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja pemerintah ke depan. “LKPJ ini menjadi bahan evaluasi bersama demi Bandung yang lebih baik,” katanya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya