Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Sejak Januari, Ditemukan 56 Kasus DBD di Kota Tasikmalaya

Kristiadi
01/4/2026 20:09
Sejak Januari, Ditemukan 56 Kasus DBD di Kota Tasikmalaya
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat sejak awal bulan Januari-Maret 2026 ditemukan 56 orang positif. Kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi lantaran hujan tidak menentu dan terkadang panas, kini semua pasien dapat disembuhkan meski kasus tersebut tidak ada angka kematian.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara mengatakan, kasus demam berdarah dengue (DBD) awal bulan Januari hingga Maret 2026 petugas rumah sakit di wilayahnya menemukan 56 orang positif terserang nyamuk aedes aegypti. Namun, kasus tersebut masih terjadi lantaran hujan tidak menentu dan terkadang panas tetapi warga harus meningkatkan kebersihan di lingkungan.

"Kesadaran masyarakat dalam kebersihan menjadi penting agar menekan kasus DBD meski kasus ini memang tak hanya terjadi di wilayahnya tapi berbagai daerah lainnya. Akan tetapi, masyarakat di 10 kecamatan harus meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), fogging, menguras bak air, menutup dan mengubur (3M) agar jentik nyamuk tidak tumbuh dewasa," ujar Diky Candranegara, Rabu (1/4/2026).

Menurut Diky, kasus demam berdarah dengue (DBD) yang ditemukan berdasarkan laporan Dinas Kesehatan memang selama ini angkanya menurun dibandingkan tahun lalu, di bulan Januari tercatat 28 kasus, Februari tercatat 11 kasus, Maret tercatat 17 kasus. Namun, kasus tersebut paling banyak usia produktif tapi serangan nyamuk aedes aegypti tidak memandang umur lantaran orang tua juga ikut digigit.

"Kami meminta agar Dinas Kesehatan harus selalu melakukan edukasi secara masif kepada masyarakat agar kasus DBD dapat ditekan, jangan sampai ada korban jiwa. Karena, di bulan Januari dan Maret dipengaruhi hujan tidak menentu hingga sarang nyamuk berkembang biak dan ditemukan 56 orang pasien positif hinggasemua ditangani di rumah sakit," katanya.

Menurutnya, demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya pada awal tahun 2026 memang kasusnya menurun dan bagi petugas Kesehatan termasuk RT, RW, Lurah dan Camat harus berupaya memberikan edukasi pada masyarakat agar lebih semangat dalam gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J), pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Pemerintah daerah tidak bekerja sendiri dalam pemberantasan sarang nyamuk, tapi masyarakat harus peduli pada lingkungan guna menekan kasus agar jentik nyamuk tidak tumbuh dewasa. Kami mengimbau agar di sekolah, kantor, pesantren maupun di rumah harus selalu menjaga kebersihan lingkungan," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya