Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Sulsel Libatkan 2.033 ASN dalam Latihan Militer Komponen Cadangan

Lina Herlina
30/3/2026 20:14
Sulsel Libatkan 2.033 ASN dalam Latihan Militer Komponen Cadangan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Selatan mencatat sejarah baru dengan menggelar Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) pertama di Indonesia yang secara khusus melibatkan aparatur sipil negara (ASN). 

Sebanyak 2.033 peserta dari 24 kabupaten/kota mengikuti program percontohan ini sebagai bentuk penguatan bela negara dan tindak lanjut arahan Presiden terkait komando cadangan strategis nasional.

Upacara pembukaan Latsarmil Komcad berlangsung di kawasan Rindam 14 Hasanuddin, Desa Mattaro, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Senin (30/3).

Kegiatan dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI Letjen TNI Gabriel Lema selaku inspektur upacara.

Sudirman menegaskan bahwa peserta yang direkrut merupakan ASN yang telah melalui proses seleksi sangat ketat dengan batas usia maksimal 35 tahun. 

Menurutnya, program ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung pertahanan negara sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang siap dikerahkan pada situasi darurat maupun ancaman terhadap kedaulatan.

“Terlibat ini 24 kabupaten/kota, kita ambil dari umur-umur yang betul-betul memenuhi persyaratan karena ada seleksinya, dan itu umur 35 tahun paling maksimal. Dan ini adalah percontohan dan pertama, pionir pertama Komcad di Indonesia, dan kita Pemprov adalah yang pertama mengambil langkah untuk melaksanakan arahan Bapak Presiden terkait bagaimana tentang komando cadangan strategis ini,” ujar Sudirman.

Ia menambahkan, pelatihan yang akan berlangsung selama dua bulan ini menjadi momentum penting untuk membentuk karakter disiplin dan jiwa bela negara di kalangan aparatur.

Melalui program pionir ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap terbentuk ASN yang tidak hanya kompeten dalam tugas kedinasan, tetapi juga berkarakter nasionalis, disiplin, dan siap menjadi garda terdepan pertahanan berbasis masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan RI Letjen TNI Gabriel Lema menjelaskan bahwa kurikulum latihan difokuskan pada pembentukan karakter kebangsaan tanpa mengesampingkan fungsi dan tugas utama ASN. Pelatihan akan dipandu oleh pelatih profesional dari lingkungan Kodam melalui Rindam.

“Pembentukan komcad ini terfokus ke ASN, durasinya kurang lebih satu setengah sampai dengan dua bulan. Materi-materi ini bersifat materi karakter kebangsaan. Tentunya porsi dalam konteks fungsi dan tugas ASN juga perlu diutamakan,” kata Gabriel.

Ia menambahkan bahwa pembekalan mencakup disiplin, kerja sama, kebersamaan, serta pembangunan empati antarpeserta. 

“Nanti kurikulum sudah ditata, akan diawaki oleh para pelatih yang profesional di lingkup Kodam, dalam hal ini Rindam. Yang kita harapkan adanya perubahan karakter, cara pandang, cara berpikir, dan memang yang kita wujudkan itu bagaimana tanggung jawab terhadap negara ini yang harus betul-betul paripurna,” tegasnya.

Gabriel juga mengingatkan bahwa amanat undang-undang mewajibkan setiap warga negara turut menjaga kedaulatan. 

“Setiap warga negara selain punya hak, ingat baik-baik, punya kewajiban dalam rangka untuk menjaga kedaulatan negara ini,” tutupnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya