Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Harga Beras Premium di Pasar Tradisional Tasikmalaya masih Tinggi

Kristiadi
29/3/2026 19:55
Harga Beras Premium di Pasar Tradisional Tasikmalaya masih Tinggi
Program gerakan pangan murah yang dilakukan pemerintah daerah di berbagai wilayah dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan harga.(MI/Kristiadi)

HARGA komoditas kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional Kota Tasikmalaya mulai mengalami penurunan secara bertahap. Namun demikian, harga beras premium masih menunjukkan tren kenaikan dan belum mengalami penurunan di tingkat pedagang.

Penurunan terjadi pada sejumlah komoditas seperti bawang merah, cabai merah, bawang putih, daging ayam potong, tepung terigu, minyak goreng Minyakita, daging sapi, hingga telur ayam.

Nina Sugiarti (47), warga Gunung Roay, mengatakan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional saat ini mulai turun, terutama pada bawang merah, bawang putih, daging sapi, cabai merah, daging ayam, minyak goreng Minyakita, telur, dan sayuran.

Meski begitu, harga beras premium masih bertahan. Pedagang masih menjual beras kualitas medium Rp13.500 per kilogram dan beras premium Rp15 ribu per kilogram.

"Harga beras kualitas medium masih dijual Rp13.500 per kg, kualitas premium Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per kg. Minyak goreng kemasan dijual Rp18.500 per liter dan minyak goreng curah Rp21 ribu per kg. Akan tetapi, kebutuhan pokok lainnya menurun, mulai cabai rawit Rp75 ribu, cabai merah lokal Rp45 ribu, cabai merah japlak Rp70 ribu, cabai kriting Rp40 ribu, dan cabai domba Rp80 ribu per kg," ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Menurut Nina, penurunan harga kebutuhan bahan pokok mulai terjadi secara bertahap setelah Idulfitri 1447 Hijriah. Ia menilai program gerakan pangan murah yang dilakukan pemerintah daerah di berbagai wilayah belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan harga.

Namun, harga beras premium di pasaran hingga kini masih bertahan pada kisaran Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram untuk kualitas super.

"Kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional memang mengalami penurunan, kecuali harga kualitas beras premium yang belum stabil di tingkat pedagang. Para pedagang beralasan beras yang dikirim berasal dari Singaparna dan mereka juga sulit mencari gabah dari petani karena belum memasuki masa panen," katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Induk Cikurubuk, Deri Herlisana, mengatakan harga kebutuhan bahan pokok memang mulai turun secara bertahap. Harga beras kualitas medium saat ini dijual Rp13.500 per kilogram, kualitas premium Rp14 ribu hingga Rp15 ribu, dan kualitas super Rp16 ribu per kilogram.

Ia menambahkan, harga telur ayam kini berada di kisaran Rp29 ribu per kilogram di hampir seluruh kios penjual.

"Harga kebutuhan bahan pokok mulai ada penurunan, mulai telur ayam Rp29 ribu per kg, daging sapi Rp125 ribu per kg, bawang merah Rp35 ribu, minyak goreng curah Rp21 ribu per kg, daging ayam Rp38 ribu, cabai rawit Rp75 ribu, cabai merah lokal Rp45 ribu, cabai merah japlak Rp70 ribu, cabai kriting Rp40 ribu, dan cabai domba Rp80 ribu per kg," pungkasnya. (AD/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya