Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA cabai rawit merah hari ini 27 Maret 2026 di Batam dilaporkan mengalami kenaikan. Berdasarkan pantauan pantauan Media Indonesia, Jumat (27/3) di sejumlah pasar tradisional, harga cabai merah saat ini berada di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Sementara cabai rawit dijual sekitar Rp60.000 per kilogram.
Tingginya harga cabai disebut dipengaruhi oleh faktor cuaca yang berdampak pada pasokan serta distribusi dari daerah penghasil.
Selain cabai, harga daging sapi juga masih tergolong tinggi. Daging sapi beku impor dijual di kisaran Rp130.000 per kilogram. Kenaikan harga ini turut memberikan dampak pada daya beli masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Di sisi lain, beberapa komoditas utama lainnya terpantau relatif stabil. Harga beras SPHP masih berada di kisaran Rp12.500 per kilogram, sedangkan beras premium dijual antara Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram. Minyak goreng subsidi juga stabil di harga sekitar Rp15.700 per liter.
Untuk komoditas lain seperti gula pasir, harga masih berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram. Bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual sekitar Rp32.000 dan Rp38.000 per kilogram. Sementara itu, harga ayam segar berkisar Rp45.000 per kilogram dan telur ayam berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per rak.
Sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai dan daging berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga, karena kedua komoditas tersebut menjadi kebutuhan penting sehari-hari.
Salah seorang warga Batam, Nugroho, 34, mengaku harus mengurangi konsumsi cabai akibat harga yang terus naik.
“Biasanya beli setengah kilo, sekarang paling cuma seperempat. Harganya tinggi sekali, jadi harus dihemat,” ujarnya saat ditemui di pasar.
Hal serupa disampaikan Marni,41. Ia mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok seperti daging yang kini semakin sulit dijangkau. Ia mengaku mulai beralih ke sumber protein lain seperti ayam atau telur.
“Kalau daging sekarang jarang beli. Sehari-hari lebih pilih ayam karena lebih murah,” katanya.(H-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved