Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, merazia sejumlah warung yang dikenal sebagai “Warung Aceh” di Kota Tegal. Dari hasil penggerebekan ditemukan sejumlah warung yang diduga berkedok menjual kebutuhan sehari-hari, namun disinyalir menjual obat-obatan keras tanpa resep dokter. Dua diantaranya telah tutup sebelum razia berlangsung, sementara tujuh lainnya masih aktif dan langsung ditindak.
Penggerebekan yang berlangsung Kamis (26/3/2026) sore itu, dipimpin langsung oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, melibatkan tim gabungan dari BNN Kota Tegal, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta aparat Kepolisian.
“Kita sidak secara langsung bersama Kepolisian dan BNN. Dari tujuh warung, semuanya kita bongkar agar tidak ada lagi praktik berkedok seperti ini,” ujar Dedy Yon.
Dedy Yon menuturkan jika warung-warung tersebut menggunakan modus penjualan terselubung dengan kode-kode tertentu, sehingga tidak semua masyarakat bisa membeli. Ia menyebut adanya penggunaan sandi seperti “putih”, “kuning”, “Y”, dan “TM” dalam transaksi.
“Kami menemukan indikasi penjualan sejumlah obat keras seperti Tramadol, Hexymer 2, dan jenis lainnya yang seharusnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter,” tutur Dedy Yon.
Dedy Yon menegaskan bahwa praktik tersebut sangat berbahaya, terutama karena menyasar kalangan muda.
“Sasarannya adalah remaja, pelajar, bahkan anak SMP, SMA hingga mahasiswa. Ini sangat membahayakan generasi bangsa,” tegasnya.
Selain pembongkaran, para pemilik warung untuk sementara diberikan pembinaan. Pemerintah juga akan melaporkan temuan tersebut kepada institusi terkait untuk ditindak lebih lanjut.
Dedy Yon juga menegaskan bahwa Pemkot Tegal tidak akan memberikan ruang bagi usaha ilegal, termasuk yang menjual obat-obatan terlarang. “Kota Tegal tidak boleh ada warung seperti ini. "Kita harus kompak, kita bersihkan semuanya," katanya tegas.
Dedy Yon juga mengimbau daerah lain untuk melakukan langkah serupa agar peredaran obat-obatan ilegal tidak berpindah ke wilayah lain. Ia turut menyoroti adanya dugaan pihak-pihak yang membekingi praktik tersebut dan meminta agar hal itu dihentikan.
“Tidak boleh ada siapa pun yang membacking usaha ilegal seperti ini. Kita ingin Kota Tegal benar-benar bersih,” pungkas Dedy Yon.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, menggalakkan gerakan Tegal Bebersih seperti yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, terus mendorong iklim investasi yang ramah dan kompetitif guna menggerakkan perekonomian daerah.
Pemkot Tegal, Jawa Tengah, kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui peluncuran Forum Investasi Tegal (FIT) 2026.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah (Jateng), menggelar Semarak Pesta Rakyat Amazing Tegal yang berlangsung meriah di Jalan Pancasila, Kota Tegal.
Penanurunan angka stunting terus diupayakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah. Keluarga yang memiliki anak stunting mendapatkan pelatihan tata boga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved