Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Turis Asal Tiongkok Diperkosa di Bali,  Ini Respons Gubernur Bali Wayan Koster 

Arnodhus Dae
25/3/2026 16:09
Turis Asal Tiongkok Diperkosa di Bali,  Ini Respons Gubernur Bali Wayan Koster 
Proses interogasi korban pemerkosaan yang merupakan turis asal Tiongkok di Bali(Arnoldus Dhae/MI.)

SEORANG turis asal Tiongkok RF, 22, diperkosa di Pecatu, Bali. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Bali saat ini aman dan banyak dikunjungi turis. Saat ditanya tentang kasus itu, Koster menegaskan jika itu hanya kasusistis. 

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda, semuanya sudah ditandatangani dengan baik," ujarnya.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy saat dikonfirmasi membenarkan kasus pemerkosaan yang terjadi di wilayah Polsek Kuta Selatan, tepatnya di seputaran Pecatu Bali. 

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Bali dengan nomor LP/B/264/III/2026/SPKT/POLDA BALI, tanggal 24 Maret 2026 atas dugaan tindak pidana perkosaan dan atau pelecehan seksual fisik dan atau pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 473 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

"Saat ini kasusnya sedang dalam proses penyidikan polisi dan sementara kita tangani. Petugas sedang Lidik. Semua belum ada informasi lebih lanjut dan petugas hanya berpegang pada kronologi awal sesuai laporan," ujarnya, Rabu (25/3/2026). 

Ia menjelaskan kronologi terjadi perkosaan terhadap turis asal Tiongkok itu. Awalnya, wanita asal Shanghaigongguan, rongchang, Chongqing, Tingkok itu selama di Bali tinggal bersama teman wanita asal Kazakhstan. Mereka berangkat menuju IL Salloto Bar yang beralamat di Jl. Labuansait No.10B Uluwatu Pecatu Kutsel Bali dengan tujuan untuk minum-minum. 

Sekitar pukul 04.00 WITA teman korban pulang terlebih dahulu karena sudah lelah dan tidak lama setelah itu korban juga meninggalkan IL Salloto.  Korban tidak ingat tiba-tiba sudah berada di atas sepeda motor yang dikendarai oleh seorang laki-laki yang memakai baju warna biru gelap dan korban menyadari bahwa laki-laki tersebut bukan ke arah Guest House tempat korban menginap. iIa diturunkan ke rerumputan dan kemudian diperkosa.

Usai melempiaskan nafsunya, pelaku meminjam handphone korban untuk dengan dalih untuk membuka map sebagai panduan agar bisa mengantar korban pulang ke tempat menginap di kawasan Canggu. 

"Saya perlu pinjam handphone kamu untuk pengarah jalan," ujar korban menirukan kata-kata pelaku. 

Korban akhirnya memberikan handphone jenis Iphone 14 warna Ungu kepada pelaku. Keduanya melanjutkan perjalanan menuju ke  Guest House tempat korban menginap. Sesampainya di depan  Guest House sekitar pukul 06.00 Wita, pelaku menawarkan ke korban dengan kata-kata 'apakah kamu mau ke hotel bersama saya'.  Lalu korban memberikan uang kepada laki-laki tersebut sebesar Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) kepada pelaku dengan agar pelaku tersebut pergi. 

Korban langsung masuk vila. Namun baru sampai tangga menuju ke kamar, korban baru sadar bahwa Handphone masih dibawa oleh pelaku. Saat korban kembali keluar untuk mengambilnya, pelaku sudah kabur. 

"Akibat kejadian tersebut korban merasa syok, trauma, ketakutan namun korban tidak mengalami luka fisik karena pada saat kejadian pelaku tidak ada melakukan kekerasan fisik maupun verbal kepada korban," ujarnya. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya